MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – Insiden pemukulan wasit tidak hanya terjadi pada laga sepak bola putra di PON XXI Aceh-Sumut 2024.
Pada 2008 silam, Manajer PSIS Yoyok Sukawi pernah berupaya memukul wasit dalam pertandingan PSIS melawan PSMS Medan di Stadion Jatidiri.
Pada jeda pertandingan babak pertama, Yoyok tak puas dengan kepemimpinan wasit Sunaryo Joko. Yoyok pun langsung berupaya memukul sang wasit.
Beruntung kejadian itu dapat diredakan karena beberapa pemain langsung melerai keduanya.
Oleh pengawas pertandingan, wasit Sunaryo kemudian digantikan oleh wasit lain yakni Dedi Koswara.
Dalam sidang Komisi Disiplin di kantor PSSI, Yoyok dinyatakan bersalah dan harus menerima hukuman tidak boleh aktif dalam kegiatan klub sepak bola selama 6 bulan terhitung mulai hari ini dan denda Rp30 juta.
Hukuman itu pun dijalani Yoyok. Hingga kemudian ia kembali aktif. Sejak 2014, Yoyok tidak hanya menjadi manajer, melainkan CEO PSIS.
Kiprah Yoyok pun membawa PSIS meraih prestasi, seperti kembalinya PSIS ke Liga 1 pada 2017 hingga memuncaki Grup A Piala Presiden 2022.
Kini, 16 tahun setelah insiden upaya pemukulan wasit, Yoyok tak hanya aktif di dunia sepak bola. Ia kini mencalonkan diri dalam Pilkada Kota Semarang.
Yoyok Sukawi bersama Joko Santoso (Yoyok-Joss) maju sebagai bakal calon wali kota dan wakil wali kota Semarang yang diusung 9 partai Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus.
Yoyok-Joss menjadi rival tunggal paslon Agustina Wilujeng-Iswar Aminudin yang diusung PDIP. (bhq)