Sabtu, April 25, 2026

Prabowo Tegaskan RI Capai Swasembada Energi Paling Lambat 6 Tahun

Presiden Prabowo Subianto menegaskan kembali ambisinya untuk membawa Indonesia mencapai swasembada energi. Hal ini disampaikannya saat menghadiri acara peletakan batu pertama (groundbreaking) ekosistem industri baterai kendaraan listrik di Karawang, Jawa Barat, Minggu (29/6/2025).

“Saudara-saudara sekalian, saya diberitahu oleh para pakar, bahwa bangsa kita ini sungguh-sungguh bisa swasembada energi. Dan hitungan saya tidak lama, tidak lama. Lima tahun, paling lambat enam tahun, kita bisa swasembada energi,” kata Prabowo.

Ia menyebut bahwa pengembangan listrik berbasis energi surya menjadi kunci penting dalam mewujudkan kemandirian energi nasional. Salah satunya melalui proyek besar industri baterai kendaraan listrik yang kini dikembangkan secara terintegrasi.

“Dan hari ini kita saksikan, hari ini tadi laporannya menghasilkan 15 gigawatt. Kita butuh, kalau tidak salah para pakar laporan ke saya, untuk benar-benar mandiri kita perlu mungkin 100 gigawatt,” ujarnya.

“Berarti mungkin proyek ini harus dilipat gandakan. Mungkin. Dan saya percaya bahwa kita mampu untuk melaksanakan itu,” lanjut Prabowo dengan optimisme.

Dalam sambutannya, Prabowo juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para mitra yang terlibat dalam proyek tersebut, termasuk perusahaan asal Tiongkok, CATL. Ia menekankan pentingnya kolaborasi di tengah situasi geopolitik dunia yang memanas.

“Saudara-saudara, saya ucapkan selamat kepada semua unsur dan terima kasih, kawan-kawan kita dari CATL, dari Tiongkok. Kerja sama ini saya kira adalah sangat penting dan menguntungkan semua pihak,” ucapnya.

Presiden juga menyinggung pentingnya menjaga perdamaian untuk menciptakan kemakmuran, mengutip filosofi Tiongkok:

“Di tengah dunia penuh konflik, kawasan kita penuh perdamaian. Dan tidak ada kemakmuran bisa kita capai tanpa perdamaian. Dan Indonesia selalu memilih kerja sama, selalu memilih kolaborasi, selalu memilih jalan tengah. Selalu memilih persahabatan di atas permusuhan.”

“Seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak. Ini filosofi Tiongkok yang saya ambil alih,” tambahnya.

Proyek yang diresmikan ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), yakni Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi Konsorsium ANTAM-IBCCBL, dengan investasi senilai USD 5,9 miliar. Proyek ini dikembangkan antara PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), Indonesia Battery Corporation (IBC), dan konsorsium dari CATL, Brunp, serta Lygend (CBL).

Dibangun di area seluas 3.023 hektar, proyek ini mencakup enam proyek terintegrasi—lima di antaranya berada di Halmahera Timur dan satu di Karawang. Selain menopang swasembada energi, proyek ini diproyeksikan menyerap 8.000 tenaga kerja langsung dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta pembangunan infrastruktur seperti 18 dermaga multifungsi.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.