Jumat, Mei 1, 2026

Ratusan Pelajar Keracunan Makan Bergizi Gratis di Berbagai Daerah, Pemkab hingga Bupati Angkat Bicara

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan setelah ratusan siswa di sejumlah daerah dilaporkan mengalami keracunan massal usai menyantap menu yang disediakan pemerintah. Kasus terbaru terjadi hampir bersamaan di Kabupaten Banggai Kepulauan (Sulawesi Tengah), Kabupaten Garut (Jawa Barat), dan Kabupaten Lamongan (Jawa Timur).

251 Siswa di Banggai Kepulauan

Di Banggai Kepulauan, 251 siswa dari jenjang SD hingga SMA dilarikan ke RSUD Trikora Salakan pada Rabu (17/9/2025). Dari jumlah itu, 78 siswa masih dirawat intensif sementara 173 lainnya diperbolehkan pulang.

Mereka berasal dari SMA 1 Tinangkung, SMK 1 Tinangkung, SDN Tompudau, SDN Pembina, SDN Saiyong, dan MTS Alkhairat Salakan. Para pelajar mengalami gejala bervariasi, seperti gatal-gatal, mual muntah, bengkak wajah, sesak napas, pusing, hingga sakit kepala.

Kesimpulan sementara menyebut keracunan massal diduga berasal dari olahan ikan cakalang. “Diduga terdapat beberapa ekor ikan yang sudah tidak layak konsumsi,” tulis laman resmi Pemkab Banggai, Kamis (18/9/2025).

Pemerintah setempat bahkan mendirikan tenda darurat di depan rumah sakit untuk menampung siswa yang terus berdatangan. Sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan situasi ramai di rumah sakit, termasuk seorang siswi remaja kejang-kejang di ranjang roda dan sejumlah siswa tergeletak di kursi tunggu.

194 Siswa di Garut

Kasus serupa terjadi di Kabupaten Garut. Sebanyak 194 pelajar dari SD, SMP, hingga SMA mengalami gejala keracunan usai menyantap menu MBG pada Rabu (17/9/2025). Dari total korban, 177 mengalami gejala ringan, sementara 19 siswa harus dirawat intensif di Puskesmas Kadungora.

Hidangan yang dikonsumsi berupa nasi putih, ayam woku, tempe orek, lalapan sayur, dan stroberi, yang diolah dapur SPPG Yayasan Al Bayyinah 2 Garut. Tak lama setelah makan, siswa mengeluh mual, muntah, dan pusing.

“19 korban yang membutuhkan perawatan intensif terdiri atas 12 siswa MA Maarif Cilageni, 3 siswa SMP Siti Aisyah, 1 siswa SMA Siti Aisyah, dan 3 siswa SDN 2 Mandalasari,” ungkap Ipda Adi Susilo, Kasi Humas Polres Garut, Kamis (18/9/2025).

Polisi telah mendatangi lokasi, mendata korban, meminta keterangan saksi, serta mengirim sampel makanan dan muntahan korban ke laboratorium. “Kami juga melakukan pengumpulan bahan keterangan untuk memastikan ada atau tidaknya penambahan korban. Penyelidikan lebih lanjut akan terus dilakukan,” ujarnya.

Wakil Bupati Garut, Luthfianisa Putri Karlina, yang meninjau siswa di puskesmas, memastikan seluruh biaya pengobatan ditanggung Pemkab. “Alhamdulillah mereka sudah lebih baik. Keluhannya pusing, sakit perut, lemas. Jadi yang ke sini memang yang gejalanya lebih berat,” kata Putri.

Dinas Kesehatan Garut telah mengambil sampel makanan, namun hasil uji laboratorium belum keluar.

“Yang jelas ini ada kontaminasi, tapi kita tidak tahu itu apa,” jelas Kepala Bidang P2P Dinkes Garut, Asep Surachman.

13 Siswa di Lamongan

Di Lamongan, 13 siswa SMAN 2 dilarikan ke rumah sakit dengan gejala mual dan muntah setelah makan MBG pada Rabu (17/9/2025). Humas RSI Nasruh Ummah, Irmayanti, mengatakan empat siswa telah membaik dan dipulangkan untuk rawat jalan.

“Ini ada kasus keracunan makanan dari MBG. Ini dari SMA Negeri 2 Lamongan. Yang ke IGD ini tercatat sekitar 13 pasien. Tapi untuk yang empat orang tadi sudah rawat jalan, pulang,” kata Irma.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menegaskan pihaknya akan mengevaluasi total program MBG di wilayahnya.

“Tentu nanti kami evaluasi secara total, baik itu menu, baik penyajian, semuanya lah, nanti akan kami lakukan evaluasi secara menyeluruh,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kehati-hatian penyelenggara MBG. “Ini yang penting bagi kita, ini jadi pelajaran kita semua. Supaya MBG ini bisa lebih berhati-hati lagi dan mematuhi SOP yang dipersyaratkan,” ucapnya.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.