Kelompok relawan pendukung Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berencana membentuk tim siber untuk melawan disinformasi terkait program makan bergizi gratis (MBG) di media sosial.
Ricky Tamba dari organisasi Jaringan 98 menjelaskan bahwa langkah ini diambil karena maraknya narasi negatif yang dianggap sebagai fitnah terhadap MBG.
Ia menegaskan para relawan akan bergerak bersama untuk meng-counter berita palsu dan ujaran kebencian yang bertujuan menggagalkan program unggulan tersebut.
Ricky menuding sebagian pihak tidak senang dengan keberhasilan Prabowo sehingga menyerang program MBG dengan isu-isu yang tidak benar, seperti dugaan keracunan massal di sekolah.
Ia mencontohkan pemberitaan tentang kematian siswa di Bandung Barat yang sempat dikaitkan dengan MBG, padahal setelah ditelusuri, kasus tersebut tidak ada hubungannya dengan makanan dari program pemerintah.
Menurutnya, pemberitaan clickbait semacam itu memperkeruh suasana dan berpotensi menimbulkan keresahan publik.
Ricky menyebut media atau tokoh yang menyebarkan kabar bohong justru lebih berbahaya karena bisa memicu konflik sosial.
Tercatat tujuh organisasi relawan bergabung dalam pembentukan tim siber ini, di antaranya Gatot Kaca, Jaringan 98, Tim 8 Prabowo-Gibran, Nawasena Indonesia Emas, Srikandi Prabowo-Gibran Experience, Bara JP, dan Rumah Kebangsaan Pancasila.
Mereka tergabung dalam wadah bernama Aliansi Indonesia Raya.
Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan kasus kematian siswa SMK Negeri 1 Cihampelas, Bandung Barat, tidak terkait dengan MBG.
Ia menyebut pihaknya belum bisa melakukan investigasi lebih lanjut karena keluarga korban tidak mengizinkan autopsi.
Pemerintah berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum terbukti kebenarannya dan tetap mendukung program MBG sebagai upaya memperbaiki gizi generasi muda.