Tiga anggota tim sepak bola asal Pulau Selat Nenek, Batam, Kepulauan Riau, ditemukan meninggal dunia setelah sempat dinyatakan hilang dalam insiden tenggelamnya kapal yang mereka tumpangi di perairan Selat Nenek, Rabu (25/6/2025). Ketiganya merupakan bagian dari rombongan 13 orang yang hendak mengikuti pertandingan sepak bola dalam rangka HUT ke-80 RI di Pulau Setokok.
Kepala Basarnas Tanjungpinang, Fazzli, mengungkapkan bahwa dari tiga korban yang ditemukan, dua telah teridentifikasi atas nama Firdaus dan Fahri, sementara satu korban lainnya masih dalam proses pencocokan data.
“Untuk dua korban telah ditemukan dan telah teridentifikasi, satu korban belum teridentifikasi dan sudah dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Polda Kepri,” ujar Fazzli, Jumat (27/6).
Firdaus ditemukan pertama kali oleh nelayan sekitar pukul 06.00 WIB di perairan Pulau Bulan, dalam kondisi tidak mengenakan pakaian lengkap dan wajah yang sudah tidak dapat dikenali. Jenazahnya langsung dibawa ke rumah duka di Pulau Awi untuk dimakamkan.
Korban kedua, Muhammad Fahri Kurniawan, seorang operator genset PLN di Pulau Selat Nenek, ditemukan oleh tim Basarnas dan TNI AL pukul 07.30 WIB. Saat ditemukan, ia masih mengenakan pakaian lengkap, jam tangan, dan ponsel di saku celana. Namun wajahnya juga tidak dapat dikenali.
Jenazah ketiga, Fadil alias Papad, ditemukan sekitar pukul 08.00 WIB oleh Tim SAR KPLP Tanjung Uban di perairan Tanjung Saung, Punggur. Ia hanya mengenakan celana dalam dan jam tangan, dengan kondisi serupa wajah tidak bisa dikenali.
“Pihak keluarga mengonfirmasi para korban dari ciri-ciri seperti jam tangan, potongan rambut dan pakaian yang dikenakan,” jelas Kepala Pos SAR Batam, Dedius.
Dengan ditemukannya ketiga korban, Basarnas resmi menutup operasi SAR pada Jumat pukul 12.30 WIB.
Kecelakaan ini terjadi saat kapal longboat bermesin 40 PK yang ditumpangi 13 orang melebihi kapasitas normal 6–7 penumpang—mengalami mati mesin dan dihantam ombak besar di tengah perjalanan dari Pulau Nenek menuju Pulau Setokok. Cuaca buruk, gelombang tinggi, dan angin kencang memperparah situasi hingga kapal tenggelam.
Sebanyak 10 penumpang berhasil selamat setelah mengapung di laut dan berenang menuju daratan. Mereka adalah Dedi Marboen (35), Riko (31), Andika (23), Maher (13), Rahel (18), Nizam (30), Damar (16), Amirul (29), Feri (26), dan Raihan (19).