MELIHAT INDONESIA, BLORA – Tragis, seorang pekerja bangunan tewas saat mengerjakan proyek pembangunan pabrik kapur PT Pentawira Agraha Sakti di Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Rabu (26/06/2024).
Dari informasi yang diperoleh di lokasi kejadian, korban diketahui berasal dari Kediri, Jawa Timur. Diduga, pekerja tersebut tertimpa tiang pancang bangunan yang sedang dipasang.
Saat ditemukan, posisi tubuh korban dalam keadaan tertelungkup, menandakan betapa parahnya insiden yang terjadi.
Kecelakaan kerja ini mengakibatkan korban mengalami luka berat di bagian kepala, yang menjadi penyebab utama kematiannya.
Insiden tragis ini kembali mengingatkan pentingnya keselamatan kerja di lokasi konstruksi untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Saat ini pihak kepolisian dan tim medis tengah melakukan identifikasi penyebab tewasnya korban.
Dalam investigasi diketahui pekerja tersebut bernama Samiran (50), yang tewas tertimpa tiang pancang saat proses pengerjaan proyek pembangunan tersebut.
Kapolsek Jiken, Iptu Zaenul Arifin, menjelaskan kronologi kejadian. Pihaknya mendapat laporan kecelakaan kerja tersebut sekira pukul 10.10.
“Tadi sekitar pukul 10.10, ada laporan dari masyarakat telah terjadi orang meninggal diduga karena terkena tiang pancang yang roboh,” ujarnya seperti dikutip TribunJateng.com.
“Lokasinya di proyek pembangunan di PT Pentawira Agraha Sakti, tepatnya di Jalan Blora- Cepu Km 14, Desa Jiken, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora,” katanya.
Status korban merupakan pekerja bangunan di PT Gajahmada Putera Jaya, subkontraktor dari Surabaya.
Penyebab korban meninggal dunia lantaran terdapat luka berat di bagian kepala korban.
“Dari hasil olah TKP, bersama tim inafis, dari Satreskrim Polres Blora, diduga korban tertimpa tiang pancang,” tambahnya
“Saat itu korban melaksanakan pemotongan kelebihan tiang pancang. Nah saat proses pemotongan tiang pancang menggunakan bogem (alat pemukul terbuat dari besi), dan mau selesai ternyata tiang tersebut roboh,” sebutnya.
“Korban sempat berusaha lari menghindari robohan tiang tersebut, saat lari ternyata korban masih terkena tiang yang roboh tadi, diduga kena kepala bagian belakang,” jelasnya.
Menurut Iptu Zaenul, sebenarnya korban bekerja bersama salah seorang rekannya. Namun, seorang teman korban itu haus, sehingga mencari air minum.
“Nah, setelah mencari air minum itu, saat datang mendekati korban, korban sudah dalam keadaan tertimpa tiang,” tuturnya.
Saat melakukan pekerjaan tersebut, korban diketahui sudah memakai helm berwarna kuning untuk keamanan bekerja.
“Saat korban bekerja sudah memakai helm untuk safety. Karena betonnya terlalu berat, sehingga korban mengalami luka parah di kepala,” jelasnya.
Iptu Zaenul menerangkan luka berat di kepala yang diderita korban diduga menjadi penyebab tewasnya korban.
“Terjadi luka robek di bagian kepala bagian belakang maupun depan, itu yang diduga penyebab korban meninggal dunia,” terangnya.
Setelah kejadian, polisi langsung melakukan olah TKP. Setelah olah TKP selesai, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Soetijono Blora. (**)