Minggu, April 26, 2026

Viral Guru Gunting Seragam Siswa, Ternyata Kejadiannya Seperti Ini

MELIHAT INDONESIA, SRAGEN – Sebuah video yang memperlihatkan seorang guru menggunting seragam siswa di SMP PGRI 5 Sukodono, Sragen, viral di media sosial dan memicu berbagai reaksi dari publik. Guru tersebut adalah Anggrek Anggarayani, yang menjabat sebagai Wakil Kepala Kesiswaan dan pengampu mata pelajaran Seni Budaya serta PPKN di sekolah tersebut. Tindakan ini dilakukan terhadap seorang siswa pindahan bernama Iksan Dwi Junianto, yang tetap mengenakan seragam dari sekolah lamanya meskipun telah dibelikan seragam baru oleh orang tuanya.​

Anggrek menjelaskan bahwa tindakan menggunting seragam tersebut dilakukan atas permintaan langsung dari ibu Iksan. Sang ibu merasa frustrasi karena Iksan terus-menerus menolak mengenakan seragam baru dan tetap memakai seragam lama yang telah dicoret-coret dengan gambar dan tulisan yang tidak pantas. Sebagai bukti komunikasi, Anggrek menyimpan dan mencetak pesan dari ibu Iksan yang memintanya untuk menggunting seragam tersebut.​

Video pengguntingan seragam yang diambil pada 17 April 2025 awalnya dimaksudkan sebagai dokumentasi pribadi untuk orang tua siswa. Namun, Anggrek kemudian mengunggahnya ke media sosial TikTok pada 19 April 2025 dengan tujuan memberikan contoh kepada siswa lain tentang penegakan aturan sekolah. Video tersebut hanya bertahan selama 11 jam sebelum dihapus, tetapi sudah terlanjur menyebar dan menjadi viral.​

Menanggapi viralnya video tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen menyatakan bahwa tindakan Anggrek melanggar kode etik guru. Kabid Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan, Tri Giyanto, mengungkapkan bahwa Anggrek sebenarnya masih berstatus magang dan belum memenuhi syarat administratif untuk mengajar, karena masih menempuh pendidikan di Universitas Terbuka semester VI.​

Anggrek telah menyampaikan permintaan maaf atas tindakannya dan mengakui bahwa mengunggah video tersebut ke media sosial adalah sebuah kesalahan. Ia menyadari bahwa tindakan tersebut seharusnya cukup didokumentasikan untuk keperluan internal dan tidak perlu dipublikasikan.​

Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi dunia pendidikan tentang pentingnya komunikasi yang efektif antara guru, siswa, dan orang tua, serta kehati-hatian dalam penggunaan media sosial oleh tenaga pendidik.​ (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.