Sabtu, April 18, 2026

Viral Video Pendukung Ischak-Kholid Gunakan Isu Sara, Cabup Tegal Bima Sakti Minta Pendukungnya Berpolitik Santun: Jaga Keguyuban

MELIHAT INDONESIA, TEGAL – Calon Bupati Tegal, Bima Sakti berpesan kepada kader, simpatisan, dan pendukungnya untuk tetap menjaga kesantunan dan keguyuban hingga nanti selesai Pilkada.

Ia meminta tolong pada semua pihak untuk tidak terprovokasi serta tidak melakukan tindakan-tindakan yang melanggar aturan.

Pesan itu Bima Sakti sampaikan untuk menanggapi warga bernama Sri Puji yang bertanya di acara istigosah dan santunan anak yatim bersama Srikandi BM G One di Desa Dukuhwringin, Slawi, Sabtu (23/11/2024).

Sri Puji meminta tanggapan Bima Sakti terkait beredarnya video pendukung paslon tertentu yang menjelek-jelekkan Bima Sakti.

“Jangan terpancing, kita semua bersaudara, ini hanya kontestasi politik lima tahunan. Jangan sampai gara gara beda pilihan politik merusak silaturahmi dan persaudaraan,” ucap Bima Sakti.

Dia mengatakan, pelaksanaan pencoblosan tinggal beberapa hari lagi. Sehingga suhu politik kian memanas, informasi hoaks, hasutan, dan ujaran kebencian bakal semakin banyak berseliweran.

Bima meyakini, ibu-ibu pendukung paslon yang ada dalam video pendek tersebut tidak sepenuhnya salah. Ia pasti melakukan itu karena disuruh atau diarahkan pihak lain.

Kalau saja ibu-ibu tersebut kenal dan tahu siapa Bima Sakti, pasti tidak akan meneriakkan yel-yel bernada fitnah tersebut.

Sebelumya viral di media sosial dan pesan berantai mengenai video peserta kampanye pasangan calon nomor 2 Pilkada Tegal, Ischak-Kholid, berisi suara yel-yel ibu-ibu bernada hasutan dan ujaran kebencian pada cabup nomor urut 01 Bima Sakti.

Dalam video berdurasi 24 detik tersebut terlihat antrian mobil pick up yang ditumpangi ibu-ibu di sebuah SPBU dengan simbol paslon 02. Terdengar suara lantang memakai pengeras suara, tetapi tidak jelas terlihat sosok yang meneriakkan nyanyian yel-yel tersebut.

Satu di antara yang mengunggah video tersebut adalah akun Instagram @melihatindonesiaid. Postingan ini pun mendapat berbagai respon dari netizen.

Netizen menyoroti perilaku pendukung Ischak-Cholid setelah pasangan calon tersebut bertemu dengan Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). Setelah bertemu Jokowi, mengapa narasi yang digunakan justru berbau SARA.

Akun @chuck_nur menulis: “Warga pasti sudah pada paham siapa yang akan dipilih”

@hanzoichi: “Titap titip…. Ader kabupaten Tegal ndekene embah mu? Awagan lah… Toli loken gelem dititipi sing dudu ndeke ne? Waras sampeyan pada? Eh..?”

Sementara itu, @magda_mp28 menulis: “Ini yg dimaksud Bahlil hrs menang dgn segala cara termsk melanggar aturan sekalipun (asal ga ketahuan), malas jd lepas kendali & rawan memicu keributan antar 2 kubu.” Sebagai tanggapan atas video serupa yang diunggah @chchotimah.

@maulaya_khadavy: “Aku sebagai WARGA NU malu, SUMPAH” (*)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.