Sebuah video yang memperlihatkan warga membonceng jenazah seorang aparatur sipil negara (ASN) menggunakan sepeda motor di jalan rusak viral di media sosial. Peristiwa menyentuh hati ini terjadi di lereng pegunungan Desa Palintuma, Kecamatan Pinembani, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng).
Dalam video itu terlihat jenazah Aril Sharon Huma (35), ASN penyuluh Keluarga Berencana (KB) di Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dibungkus kain jarik dan disangga kayu di atas jok belakang motor. Jenazah diikat dengan sarung agar tetap tegak dan tidak jatuh selama perjalanan sejauh 40 kilometer menuruni jalan curam dan rusak menuju jalan besar.
Aksi kemanusiaan ini dilakukan oleh David Deka, warga Kulawi, Kabupaten Sigi, yang dikenal sebagai kerabat almarhum. David dengan keberanian luar biasa nekat menembus medan ekstrem karena tidak adanya ambulans yang bisa digunakan di desa tersebut.
“Bapak dari almarhum awalnya menghubungi pihak Puskesmas Pinembani tapi katanya ambulans masih rusak, jadi kami dari pihak keluarga berinisiatif sendiri menggunakan motor,” jelas Erik, ipar almarhum, Jumat (11/7/2025).
Menurut Erik, kondisi jalan di desa itu sangat buruk dan hanya bisa dilalui oleh mobil dengan fitur dobel gardan. Akibatnya, warga tidak punya pilihan selain menggunakan motor.
Aksi David menyentuh hati ribuan warganet yang mengapresiasi tindakan tersebut sebagai bentuk kemanusiaan luar biasa. “Pria ini pahlawan sesungguhnya. Berani, tulus, dan penuh tanggung jawab. Pemerintah harus kasih penghargaan,” tulis seorang pengguna X.
Namun, di sisi lain, viralnya video ini memicu kritik tajam kepada pemerintah mengenai ketimpangan pembangunan dan buruknya infrastruktur di wilayah terpencil. “Kalau jenazah saja harus naik motor karena jalan rusak, gimana nasib ibu hamil, anak sekolah, atau pasien sakit? Pemerintah harus buka mata!” tulis akun lainnya.
Merespons kejadian ini, Bupati Donggala Vera Elena Laruni menyatakan akan mengevaluasi akses jalan dan layanan kesehatan di wilayah pedalaman sekitar Kecamatan Pinembani.
“Kami berkomitmen untuk segera mengevaluasi terhadap akses transportasi darurat dan fasilitas pendukung di wilayah pedalaman,” kata Vera kepada wartawan, Sabtu (12/7).
Ia menambahkan telah menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk mendukung keluarga almarhum dan mencegah kejadian serupa. “Saya sudah instruksikan kepala dinas kesehatan untuk memberikan dukungan penuh kepada keluarga almarhum dan memastikan tidak ada kejadian seperti ini lagi,” jelasnya.
Aril Sharon diketahui masih sempat beraktivitas seperti biasa pada siang hingga sore hari sebelum ditemukan meninggal dunia pada Kamis (10/7) sekitar pukul 00.03 Wita. “Kami juga tidak tahu secara pasti (penyebab kematiannya). Karena dari siang sampai sore almarhum masih bekerja seperti biasa, bolak balik dari kantor ke desa bertemu dengan warga, tiba-tiba malamnya sudah meninggal tanpa mengeluhkan sakit sedikitpun,” ungkap Erik.
Jenazah Aril sempat disemayamkan di rumah duka di BTN Kaluku Indah, Desa Kalukubula, Kabupaten Sigi, sebelum dimakamkan pada Sabtu (12/7/2025).
Tragedi ini menjadi cermin nyata bahwa akses infrastruktur di wilayah terpencil bukan sekadar masalah pembangunan, tetapi menyangkut nyawa dan martabat warga. “Pemerintah tidak boleh hanya hadir saat viral. Mereka harus hadir sebelum tragedi terjadi,” tegas Rahman, tokoh pemuda setempat.