Rabu, Mei 13, 2026

251 Orang di Sragen Keracunan MBG, Karyawan SPPG Gemolong Syok Berat

Dapur SPPG Mitra Mandiri Gemolong-1 di Sragen, Jawa Tengah, resmi menghentikan operasional selama tujuh hari pasca insiden keracunan massal yang terjadi pada Senin (11/8/2025).

Penanggung jawab dapur, Arifuddin Setiawan, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil bukan hanya untuk keperluan investigasi, tetapi juga demi memulihkan kondisi psikis 49 karyawan yang terguncang akibat peristiwa tersebut.

Menurut Arif, para pekerja mengalami syok dan rasa bersalah mendalam meskipun tidak ada unsur kesengajaan dalam insiden ini.

“Melihat kondisi psikis tim kami, mungkin mereka merasa bersalah, sehingga perlu istirahat. Semoga Selasa depan sudah bisa beroperasi kembali,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa tim dapur selalu bekerja dengan hati-hati, namun kesalahan yang tidak disengaja tetap bisa terjadi, dan hal itu membuat karyawan cenderung menyalahkan diri sendiri.

Arif berharap kejadian ini menjadi momentum untuk memperbaiki standar kualitas produksi MBG agar program penyediaan makanan di sekolah bisa berjalan tanpa hambatan.

Ia menegaskan pentingnya segera menemukan penyebab keracunan, sehingga evaluasi dapat dilakukan secara tepat dan pencegahan bisa diterapkan di masa depan.

Sebagai bentuk tanggung jawab, Arif menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang terdampak.

Ia menegaskan tidak ada niat buruk ataupun unsur kesengajaan dari pihaknya.

Kasus keracunan ini menimbulkan 251 korban dari berbagai sekolah di wilayah Gemolong, antara lain SMPN 1 Gemolong (97 orang), SMPN 2 Gemolong (61 orang), SMPN 3 Gemolong (1 orang), SDN Gemolong (66 orang), SDN 4 Gemolong (26 orang), dan SDN 3 Gemolong (1 orang).

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.