Sabtu, April 18, 2026

5 Mayat Sekeluarga Ditemukan Terkubur di Indramayu, Diduga Korban Pembunuhan

Warga Kabupaten Indramayu digegerkan dengan penemuan lima jenazah satu keluarga yang terkubur dalam satu lubang di halaman belakang rumah mereka di Kelurahan Paoman. Polda Jabar menduga kuat kasus ini merupakan tindak pidana pembunuhan sadis.

Temuan mengerikan ini bermula pada Senin (1/9/2025) setelah salah satu tetangga, Euis, sudah tidak bisa dihubungi sejak Kamis (28/8/2025). Tetangga lain, Sohib, menyebut nomor WhatsApp Euis tiba-tiba tidak aktif. Setelah beberapa hari tak ada kabar, keluarga korban berinisiatif mendatangi rumah yang terkunci dan mendobraknya. Mereka mencium bau busuk yang menyengat, lalu menemukan gundukan tanah mencurigakan di bawah pohon nangka di halaman belakang.

Awalnya, mereka hanya melihat bagian lutut kaki. Setelah melapor ke polisi dan dilakukan penggalian, ditemukan lima jenazah yang berjejer dalam satu lubang. Para korban diidentifikasi sebagai Sachroni (76), anak kandungnya Budi Awaludin (40), menantunya Euis Juwita Sari (37), serta dua cucu mereka, Ratu Khairunnisa (7) dan Bela (10 bulan).

Menurut saksi mata yang tersebar di media sosial, kondisi jasad sangat mengenaskan.

“Mas Budi tangan dan kaki terikat, sedang H Roni tertutup dengan sarung, anaknya yg kecil seperti dibekap,” tulis saksi tersebut. Selain itu, ditemukan bercak darah di kasur yang sudah dibalik oleh pelaku.

Telepon seluler para korban dan satu unit mobil pikap juga diketahui hilang. Menariknya, salah satu ponsel korban yang sudah mati selama empat hari sempat aktif kembali, ditandai dengan pesan yang tiba-tiba ceklis dua.

Pihak kepolisian, termasuk tim Inafis Polda Jabar dan Satreskrim Polres Indramayu, telah melakukan olah TKP lanjutan dan mengamankan barang bukti berupa cangkul, ember, dan seprai berlumuran darah. Kelima jenazah telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Losarang untuk diotopsi. Setelah itu, pada Rabu (3/9/2025), kelimanya dimakamkan di pemakaman keluarga di Desa Sindang, Kabupaten Indramayu, dalam suasana haru.

Hingga kini, penyidik masih terus mendalami kasus ini dan memeriksa sejumlah saksi, termasuk tetangga dan keluarga korban. Salah satu tetangga, Sukarta, mencium bau busuk sejak Minggu (31/8/2025), meskipun awalnya ia mengira itu bangkai tikus. Ia juga menyebut keluarga korban dikenal tertutup dan jarang bersosialisasi. Polisi belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut mengenai motif dan pelaku di balik peristiwa tragis ini.

“Masih penyelidikan. Mohon doanya,” kata Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.