Jumat, Juni 5, 2026

Blora Lampaui Target Nasional LP2B, Jalan Kampus UNY dan Investasi Kian Terbuka

Kabupaten Blora mencatat capaian penting dalam sektor tata ruang dan ketahanan pangan setelah berhasil melampaui target nasional penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Keberhasilan tersebut sekaligus membuka jalan bagi sejumlah proyek strategis daerah, termasuk pendirian kampus baru dan pengembangan investasi.

Bupati Blora, Arief Rohman, mengatakan Blora masuk dalam 13 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang telah memenuhi target penetapan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dengan persentase LP2B di atas 87 persen.

“Dengan masuknya Blora dalam 13 kabupaten/kota yang sudah memenuhi target LSD, kita berada pada angka sekitar 88 persen sehingga masuk kategori aman dan tidak terkena pembatasan,” kata Arief usai mengikuti rapat koordinasi pengendalian alih fungsi lahan sawah di Semarang, Kamis (4/6/2026).

Menurutnya, status tersebut menjadi salah satu syarat penting dalam penyelesaian berbagai perizinan strategis, termasuk pendirian Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) UNY di Blora.

“Izin pendirian PSDKU UNY di Blora akhirnya tuntas. Status Blora masuk dalam 13 kabupaten/kota yang sudah di atas 87 persen,” ujarnya.

Selain kampus baru, Pemerintah Kabupaten Blora juga telah menerima dua Surat Keputusan (SK) dari Kementerian ATR/BPN terkait penggunaan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat dan Kampus PSDKU UNY.

Arief menegaskan lahan yang telah ditetapkan sebagai LP2B tidak dapat dialihfungsikan karena menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan nasional. Namun di sisi lain, kepastian status lahan tersebut juga memberikan kejelasan hukum bagi investor dan pemerintah daerah dalam menyusun rencana pembangunan.

“Dengan kepastian ini, kran investasi semakin terbuka lebar. Penetapan LP2B juga menjadi dasar untuk peninjauan kembali Perda RTRW,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyebut Blora telah mengusulkan sekitar 61.006 hektare lahan sebagai LP2B atau setara 88,23 persen dari total lahan baku sawah yang dimiliki. Angka tersebut telah melampaui target nasional sebesar 87 persen.

Capaian tersebut dinilai menjadi fondasi penting bagi percepatan pembangunan di Blora, baik dalam sektor pendidikan, investasi, maupun penataan ruang wilayah yang lebih terarah di masa mendatang.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.