Viral video seorang petugas keamanan (sekuriti) yang menegur mobil Toyota Alphard di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, berbuntut panjang. Setelah rekaman insiden itu ramai di media sosial, sekuriti bernama Vicol Harefa akhirnya buka suara dan menceritakan kronologi kejadian yang berujung dirinya dibawa ke pos polisi hingga mengaku bersujud meminta maaf.
Menurut Vicol, peristiwa itu terjadi saat ia membantu pejalan kaki menyeberang di zebra cross dekat Halte TransJakarta Bundaran HI. Ketika lampu penyeberangan memberi prioritas kepada pejalan kaki, sebuah mobil Toyota Alphard hitam diduga tetap melintas melewati zebra cross.
Merasa keselamatan pejalan kaki terancam, Vicol mengaku menegur pengemudi dengan mengetuk bodi atau kaca mobil agar berhenti. Teguran tersebut kemudian memicu adu argumen dengan pengemudi dan penumpang kendaraan sebelum akhirnya kedua belah pihak menuju Pos Polisi Thamrin untuk dimintai keterangan.
Dalam video klarifikasi yang beredar di media sosial, Vicol mengaku situasi berubah setelah berada di pos polisi. Ia mengatakan kepala pos polisi menilai dirinya tidak memiliki kewenangan mengetuk kaca mobil saat menegur pengemudi.
“Nah, setelah kepala pospolnya bilang tersebut, yang tiga orang tersebut naik daun. Karena sudah menganggap saya yang salah semuanya,” ujar Vicol.
Ia mengaku semakin tertekan ketika pihak dari mobil Alphard disebut mengancam akan melaporkannya kepada vendor tempatnya bekerja sehingga ia berpotensi kehilangan pekerjaan. Karena merasa tidak memiliki pilihan lain, Vicol akhirnya memilih meminta maaf.
“Karena saya tidak ada jalan keluar, saya salaman kepada beliau dan bersujud, minta maaf. ‘Saya salah, saya akan jadikan pengalaman saya, pedoman saya untuk ke depannya untuk lebih hati-hati dalam melaksanakan tugas di area kerja terbatas,'” tuturnya.
Vicol juga mengklaim telah dua kali bersalaman dan mencium tangan pihak pengendara sebagai bentuk penghormatan. Namun, menurut pengakuannya, setelah keluar dari pos polisi, sopir mobil kembali memarahinya sambil mengangkat kerah bajunya.
Sementara itu, Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu membenarkan adanya mediasi antara kedua belah pihak di Pos Polisi Thamrin.
“Hasil mediasi, kedua belah pihak sepakat saling memaafkan,” kata Braiel.
Menurut Braiel, mediasi dilakukan pada hari yang sama dan berakhir dengan kesepakatan damai sehingga persoalan diselesaikan secara kekeluargaan.
Meski demikian, penanganan perkara belum sepenuhnya selesai. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memastikan akan memanggil pengemudi Toyota Alphard dan Vicol untuk dimintai klarifikasi sebelum dipertemukan pada awal pekan depan.
Polisi menyatakan pemeriksaan tidak hanya membahas cekcok yang terjadi, tetapi juga dugaan pelanggaran lalu lintas, status kendaraan, hingga kemungkinan pasal yang dapat diterapkan. Penyidik juga mendalami informasi mengenai dugaan sopir Alphard sempat menunjukkan kartu tanda anggota (KTA) dan mengaku sebagai aparat.
Video insiden tersebut pun terus menjadi perhatian publik. Banyak warganet menyoroti pentingnya keselamatan pejalan kaki di zebra cross sekaligus meminta seluruh pengguna jalan menghormati aturan lalu lintas agar kejadian serupa tidak terulang.