Jumat, Juli 24, 2026

Miris! Warga Cilegon Rela Antre Galon Demi Setetes Air, Mata Air Alami Jadi Satu-satunya Harapan

CILEGON — Di tengah musim kemarau, ratusan warga Kampung Gunung Batur, Kota Cilegon, Banten, harus berjuang mendapatkan air bersih. Sekitar 125 kepala keluarga (KK) menggantungkan kebutuhan sehari-hari pada satu mata air alami di kawasan Sumur Bendung yang menjadi satu-satunya sumber air untuk memasak, minum, mandi hingga mencuci.

Setiap hari, warga berjalan kaki sekitar satu kilometer menyusuri jalan setapak menuju sumber mata air yang keluar dari sela-sela bebatuan. Debit air yang kecil membuat mereka harus mengantre berjam-jam agar galon yang dibawa dapat terisi penuh.

Salah seorang warga, Azizah, mengatakan mata air tersebut menjadi satu-satunya harapan bagi seluruh warga di kampungnya ketika musim kemarau datang.

“Ini satu-satunya mata air yang kami punya. Airnya dipakai untuk minum, memasak, mandi, sampai mencuci. Kalau kemarau seperti sekarang, kami harus sabar menunggu galon terisi karena airnya mengalir sangat kecil,” ujar Azizah.

Menurutnya, perjuangan mengambil air semakin berat bagi warga lanjut usia yang tetap harus berjalan kaki dan memikul galon berisi air untuk dibawa pulang ke rumah.

Kondisi ini telah berlangsung cukup lama dan menjadi persoalan yang selalu berulang setiap musim kemarau. Warga berharap pemerintah dapat menghadirkan solusi permanen berupa akses air bersih agar mereka tidak lagi bergantung pada satu mata air alami yang debitnya terus menurun saat kemarau.

Hingga kini, mata air di kawasan Sumur Bendung masih menjadi tumpuan hidup sekitar 125 kepala keluarga di Kampung Gunung Batur. Bagi mereka, setiap tetes air yang mengalir bukan sekadar kebutuhan, melainkan penopang kehidupan sehari-hari.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.