JAKARTA – Gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) menyisakan dampak yang jauh lebih panjang setelah guncangan berhenti. BNPB mengungkap 94 orang meninggal dunia saat berada di lokasi pengungsian, di luar 48 korban yang meninggal secara langsung akibat gempa.
Plt Kapusdatin BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan korban meninggal secara tidak langsung tersebut tercatat di sejumlah lokasi pengungsian.
“Korban yang meninggal secara langsung akibat gempa bumi itu 48 orang, tetapi secara tidak langsung yang ada di pengungsian ada 94 orang,” kata Berton di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Di sisi lain, jumlah pengungsi kini mulai menurun. Jika sebelumnya mencapai lebih dari 150 ribu jiwa, saat ini tercatat sekitar 46.461 jiwa.
“Yang kemarin-kemarin sampai 150.000 lebih, sekarang hanya 46.000-46.461 jiwa,” ujarnya.
BNPB juga masih melakukan pendataan ulang terhadap rumah yang terdampak. Hingga kini, tercatat 103.427 unit rumah rusak, dengan tingkat kerusakan mulai ringan hingga berat.
“Sedangkan total rumah rusak yang sedang kami data kembali adalah 103.427 unit. Dan ini tentu ada rusak berat, rusak sedang, maupun rusak ringan,” tambahnya.