Sabtu, Mei 2, 2026

Pegiat Medsos Nadia Sepakati Inayah Wahid: Bukan Soal Muda, Problemnya Ubah Aturan Negara untuk Maju

SUKOHARJO – Pegiat media sosial (medsos) Nadia Kristiana atau yang lebih dikenal melalui akun medsosnya @KataNadiaaa sepakat dengan pernyataaan aktivis dan seniman Inayah Wulandari Wahid tentang problem pemimpin muda yang instan. Maju ke gelanggan kepemimpinan nasional dengan mengubah aturan negara.

“Double kill ga tuh, Kalau ngomong suka bener deh mba Nay,” tulis pegiat medsos dan Youtuber yang akrab disapa Nadia ini, dalam postingannya, Sabtu (19/11/2023).

Dalam postingannya, Nadia mengunggah potongan video pernyataan Inayah Wahid saat tampil di acara talkshow politik di KompasTV, Jumat (17/11/2023). Dalam talkshow tersebut, Inayah mengatakan bahwa penolakannya terhadap sosok pemimpin muda saat ini bukan karena mempersoalkan usianya.

Melainkan, kaya putri Presiden ke-4 Indonesia Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini, terkait cara majunya sosok yang diklaim sebagai pemimpin muda dengan mengubah aturan dan mengakali konstitusi negara. Sehingga, isunya jangan digeser kepada menghalangi pemimpin muda, tapi cara-cara yang tak beretika.

“Yang saya nggak setuju kalau itu tiba-tiba ngubah peraturan negara, biar maju. Yang salah ini bukan masalah muda atau enggak mudanya,” kata Inayah dalam video tersebut.

Inayah juga menyindir partai yang membuat isu miring soal dirinya yang menentang majunya pemimpin muda ke kancah nasional. Diduga, dirinya menyindir Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang selama ini mengklaim sebagai partainya anak muda.

“Jadi jangan diapa ya, jangan digeser, isunya. Iya seperti itu, apalagi yang menggeser isu itu adalah partai yang ngakunya muda, tapi status que,” kata Inyah sambil tertawa.

Potongan video yang diunggah oleh Nadia ini telah disukai sebanyak 1300 kali dan mendapat komentar lebih dari 1000 kali sejak diunggah. Seperti halnya Nadia, para netizen pun sepakat dengan yang dikatakan Inayah Wahid.

Misalnya dikatakan akun Andi Nur Hasanah. Dia mengatakan, tidak ada yang bisa dibanggakan dari anak muda yang menabrak aturan demi bisa mendapatkan kekuasan.

“Iya benar, kalo ikut proses sih itu mantap anak mudanya bisa di banggakan tp kalo nabrak konstitusi itu bisa bikin kacau ke depannya,” kata @AndinurHasnah2.

Sama seperti dikatakan Aughnee. Pemilik akun @zoenitsu ini mengatakan, yang dipermasalahkan bukan hanya persoalan usia Gibran, namun bagaimana cara Gibran mendapatkan posisi saat ini dengan cara melanggar aturan.

“Yang penting bukan usia, tapi bagaimana seseorang mencapai posisi tersebut dengan cara yang fair dan jujur,” imbuhnya.

Unggahan ini tak pelak dikaitkan dengan Gibran Rakabuming Raka. Sebab, Wali Kota Solo itu maju dalam kontestasi Pilpres 2024 dengan menjadi Cawapres Prabowo Subianto, setelah pamannya, Anwar Usman, yang kala itu duduk sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan gugatan nomor 90 yang diajukan warga Solo, Almas Tsaqibbiru Re A.

Belakangan, terbukti Anwar Usman melakukan pelanggaran etik berat dalam memutus perkara yang memberi karpet merah untuk keponakannya itu. Anawar Usman pun dicopot dari jabatannya sebagai Ketua MK

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.