Jumat, Mei 1, 2026

Curhat Kadin ke Luhut: Pengusaha Tertekan, Minta Relaksasi Agar Bisa “Bernapas”


Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, mengungkapkan kondisi dunia usaha yang tengah menghadapi tekanan berat saat bertemu Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan.

Pertemuan tersebut menjadi wadah bagi Kadin untuk menyampaikan berbagai usulan strategis kepada pemerintah.


Dalam acara Rakornas Kadin Bidang Perdagangan 2026 di Jakarta Selatan, Kamis (30/4/2026), Anindya menggambarkan kondisi pengusaha dengan analogi yang cukup kuat.

“Pagi kami bertemu dengan Ketua DEN Pak Luhut. Kami mengatakan analoginya, Pak, ini kalau pengusaha itu ayam, ayam petelur. Ini lagi stres sejak perang, lagi takut,” kata Anindya.

Ia menilai DEN memiliki peran penting sebagai penghubung antara pelaku usaha dan pemerintah, terutama dalam memberikan rekomendasi strategis kepada Presiden terkait kebijakan ekonomi nasional.

“Dewan Ekonomi Nasional adalah think tank daripada Pak Presiden atau pemerintah. Jadi ini kami sampaikan supaya menjadi pertimbangan untuk nanti bersama-sama memberikan masukan pada pemerintah,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Anindya menyampaikan sejumlah usulan relaksasi guna membantu dunia usaha bertahan di tengah tekanan global. Ia menekankan pentingnya memberi ruang bernapas bagi pelaku usaha agar tetap bisa menjalankan aktivitas ekonomi.

“Mungkin usul kami ya pertama berikanlah ini napas. Napas itu seperti apa? Ini contoh saja, napasnya ya berikanlah kelonggaran-kelonggaran di sana-sini. Misalnya relaksasi kredit, bayar bunga dulu tapi pokoknya bertahap. Lalu penangguhan pajak BBM, lalu juga penangguhan pajak ekspor. Nah ini untuk istilahnya memberi napas ayam-ayam petelur ini. Ini kita semua,” ujarnya.

Selain relaksasi, Kadin juga menyoroti perlunya membuka hambatan di sektor perdagangan dan industri, seperti kemudahan ekspor, kepastian perizinan termasuk RKAB, hingga penyesuaian aturan larangan dan pembatasan.

“Lalu juga kita ingin buka sumbatan supaya kita bisa istilahnya mulai sedikit ofensif,” kata Anindya.

Ia menambahkan, kepastian arah kebijakan pemerintah sangat dibutuhkan untuk menjaga kepercayaan pelaku usaha, terutama dalam mendorong investasi dan aktivitas perdagangan.

Meski demikian, Anindya menegaskan bahwa Kadin tidak memaksakan seluruh usulan tersebut harus diakomodasi. Yang terpenting, menurutnya, adalah adanya pemahaman pemerintah terhadap kondisi riil dunia usaha saat ini.

“Kadin sebagai mitra strategis tentu memberikan masukan yang ada dari dunia usaha. Tidak semuanya perlu dituruti, tapi paling tidak dicarikan jalan dan dimengerti nuansanya. Jadi tadi kita bilang bagaimana caranya yang pertama diberikan napas, supaya kita bisa beratur strategi,” tegasnya.

Dengan berbagai tekanan global yang masih membayangi, dunia usaha berharap ada ruang kebijakan yang memberi kelegaan agar tetap mampu bertahan dan bergerak ke depan.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.