Senin, Juni 29, 2026

Secara Susbtansi Ringan dan ‘Daging’, Ganjar Unggul di Debat yang Temanya Disebut ‘Prabowo Banget’

JAKARTA – Pengajar Ilmu Komunikasi Unika Atma Jaya, Agustinus Rahardjo menilai penampilan calon presiden (capres) 03 Ganjar Pranowo pada debat capres ketiga, Minggu (7/1/2024) akan menjadi perbincangan publik cukup lama. Setidaknya, hingga sepekan kedepan, saat berlangsung debat keempat yang mempertemukan para cawapres.

Tenaga Ahli Komunikasi Kantor Staf Presiden 2016-2019 ini menuturkan, secara substansi pada debat ketiga ini Ganjar diuntungkan dengan tiga hal. Yang pertama, karena tampak sekali ‘head to head’ gesekan antara Prabowo dan Anies dalam banyak kesempatan. Saling sindir, saling serang, saling merendahkan.

“Secara show bagus, karena namanya debat harus menarik ya. Tapi secara kesantunan politik, mereka nampak melemahkan diri sendiri. Apalagi dengan adegan penutup tak mau bersalaman di antara keduanya,” kata pria yang akrab disapa Jojo ini, Senin (8/1/2024).

Kemudian, yang kedua adalah pernyataan Prabowo yang tiga kali mengatakan sependapat dengan Ganjar. Pernyataan Prabowo menjadi nilai tambah tersendiri karena menunjukkan kuatnya argumentasi Ganjar.

Padahal, lanjut Jojo, secara senioritas dan pengalaman di bidang polhukam ada pada sosok Prabowo. Bahkan, sebelum debat dimulai, disebutkan bahwa tema debat ketiga ini sangat ‘Prabowo banget’.
“Saya kok banyak setuju dengan Pak Ganjar ya, kalau benar, masuk akal, saya setuju. Kalau ngomong, ngomong, ngomong ya kumaha,” kata Prabowo.

“Sekali lagi saya harus mengatakan saya kok banyak sependapat dengan Pak Ganjar,” kata Prabowo soal penanganan tumpeng tindih sektor keamanan.

“Saya kok lagi-lagi setuju dengan Pak Ganjar. Jangan-jangan guru kita, buku kita sama Pak Ganjar,” kata Prabowo saat Ganjar juga berpandangan agar berhati-hati dalam berhutang “no usang, no utang”.

Ketiga, secara materi debat, Ganjar unggul karena terus menyampaikan program-program unggulan berkali-kali. Misalnya Garda Samudra, penguatan badan siber, duta besar krisis iklim, zero toleransi kecelakaan alutsista, anggaran pertahanan dua persen dari PDB, serta peningkatan profesionalisme kepolisian.

“Sebagai anak polisi rendahan, menjadi sangat engaged Ketika Ganjar menekankan beasiswa kuliah untuk anak prajurit dan Bhayangkara serta meningkatkan kesejahteraan keluarga TNI/Polri,” jelasnya.

Dari debat ketiga, ia juga melihat keunggulan soft campaign Tim Pemenangan Nasional Ganjar Pranowo – Mahfud MD yang menurutnya luar biasa. Antara lain, strategi outfit yang menarik perhatian.

“Sangat variatif dan memancing news value tersendiri, setelah pada debat perdana pakai setelan putih, debat kedua menggunakan baju adat Rote-Madura lalu berganti kemeja ‘Sat Set’, kali ini Ganjar-Mahfud menyesuaikan tampilan dengan tema debat terkait pertahanan, militer, hubungan internasional, dan geopolitik,” pungkasnya.

Ganjar-Mahfud tampil dengan jaket bomber a’la film “Top Gun” yang diparodikan menjadi “Top Gan,” sebagaimana slogan-slogan kampanyenya memakai diksi ‘LanjutGan’.

Seperti penampilan pada debat capres-cawapres sebelumnya, Ganjar-Mahfud mengenakan produk-produk lokal sebagai bentuk dukungan kepada ekonomi kerakyatan agar terus berdaya saing.

Jaket Bomber itu dilengkapi patch yang menggambarkan program unggulan Ganjar-Mahfud di bidang Pertahanan dan Geopolitik, seperti Modernisasi Pertahanan SAKTI, Prajurit Sejahtera, Sistem Pertahanan 5.0, Kuliah Gratis untuk Anak Prajurit dan Bhayangkara, Berperan Sentral Menata Dunia Baru, Geopolitik Progresif, hingga Perjanjian Internasional untuk 100% Kepentingan Nasional.

“Ini saja sudah memikat publik sebelum memasuki panggung debat, dibandingkan outfit jas hitam dalaman putihnya Anies dan seragam monoton biru lautnya Prabowo,” ujar Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga ini.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.