Nama Mufli Budi Ananda mendadak menjadi perbincangan di media sosial setelah dilaporkan masuk dalam jajaran komisaris PT Krakatau Posco. Sosok yang selama ini dikenal sebagai asisten pribadi Raffi Ahmad itu disebut mendapat kepercayaan menduduki posisi Komisaris di perusahaan patungan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dengan POSCO Korea Selatan.
Informasi mengenai susunan manajemen terbaru PT Krakatau Posco beredar pada Sabtu (27/6/2026). Dalam struktur tersebut, Mufli Budi Ananda tercatat menjabat sebagai Komisaris, mendampingi Komisaris Utama Brigjen TNI Bambang Sudono Sastroprawiro.
Sementara posisi Presiden Direktur masih dipegang oleh Kim Young-Joong.
Selama ini Mufli lebih dikenal sebagai orang kepercayaan Raffi Ahmad yang telah mendampingi berbagai aktivitas, baik dalam urusan bisnis maupun kegiatan sehari-hari. Namanya juga sempat menjadi sorotan pada 2025 setelah berhasil menuntaskan Boston Marathon, ketika Raffi Ahmad batal mengikuti ajang tersebut karena alasan kesehatan.
Penunjukan tersebut lantas menjadi perhatian karena dinilai sebagai lompatan karier yang cukup signifikan. Dari sosok yang sebelumnya dikenal sebagai asisten pribadi figur publik, Mufli kini dipercaya mengisi posisi komisaris di perusahaan patungan strategis yang bergerak di sektor industri baja. Kondisi ini memunculkan berbagai tanggapan di media sosial, terutama mengenai proses pengangkatan pejabat di perusahaan yang melibatkan BUMN.
Sorotan publik juga tidak lepas dari kedekatan Mufli dengan Raffi Ahmad. Selain dikenal sebagai selebritas dan pengusaha, Raffi saat ini menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Kedekatan tersebut ikut menjadi bahan diskusi di ruang publik, meski hingga kini belum ada pernyataan resmi yang mengaitkan penunjukan Mufli sebagai komisaris dengan posisi Raffi di pemerintahan.
Sejumlah media turut menyoroti rekam jejak profesional dan latar belakang pendidikan Mufli yang menjadi bahan perbincangan setelah kabar tersebut mencuat. Banyak warganet mempertanyakan kompetensi yang menjadi dasar penunjukannya, mengingat ia sebelumnya lebih dikenal sebagai asisten pribadi dibandingkan memiliki pengalaman di industri baja atau sektor manufaktur.
Hingga saat ini, PT Krakatau Posco belum memberikan penjelasan resmi mengenai alasan maupun mekanisme penunjukan Mufli Budi Ananda sebagai anggota dewan komisaris. Belum adanya keterangan tersebut membuat diskusi di tengah masyarakat terus berkembang. Sejumlah pihak berharap perusahaan dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai dasar pengangkatan tersebut sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada publik.