Presiden Prabowo Subianto mengungkap kondisi sejumlah menteri dalam Kabinet Merah Putih yang disebutnya bekerja sangat keras hingga mengalami gangguan kesehatan. Bahkan, beberapa menteri dikatakan sempat masuk rumah sakit, pingsan, hingga menjalani operasi.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Jakarta, Jumat (14/8/2026). Prabowo mengatakan pemerintahannya telah menetapkan dan menjalankan 121 kebijakan transformatif selama 21 bulan, atau rata-rata satu kebijakan setiap lima hari.
Menurut Prabowo, beban kerja tersebut membuat sejumlah pembantunya kelelahan. Ia bahkan menyebut ada menteri yang sampai harus mendapat perawatan di rumah sakit.
“Demikian kerasnya menteri-menteri saya dan pembantu-pembantu saya telah bekerja. Beberapa di antara mereka terpaksa masuk rumah sakit. Ada yang pingsan, ada yang operasi, banyak yang kecapean,” ujar Prabowo.
Prabowo kemudian mengatakan dirinya akan memberikan waktu istirahat lebih banyak kepada para menteri pada sisa masa jabatannya. Namun, ia juga mengungkap bahwa para menterinya merespons janji tersebut dengan kalimat, “janji tinggal janji.”
Pernyataan tersebut menjadi gambaran bagaimana Prabowo menilai tingginya beban kerja kabinet selama hampir dua tahun pemerintahannya. Kalau menteri sampai tumbang karena bekerja, pertanyaannya: seberat apa sebenarnya mesin pemerintahan yang sedang digeber Prabowo?