Jumat, Agustus 14, 2026

200 Lebih Murid Muntah Hingga Kejang Karena MBG, Reaksi Bupati Karo Bikin Melongo: Tidak Mengkhawatirkan-Ini Berita Baik!

KARO — Sebanyak 269 pelajar dari sejumlah sekolah di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, diduga mengalami gejala keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (13/8/2026).

Para siswa mengalami sejumlah keluhan, mulai dari gatal-gatal hingga sesak napas. Mereka kemudian dievakuasi dan mendapat penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan di Berastagi dan Kabanjahe.

Bupati Karo Antonius Ginting mengatakan kondisi para pelajar sejauh ini tidak mengkhawatirkan. Pernyataan tersebut disampaikannya saat berada di depan RS Amanda Berastagi.

“Ini masih kemungkinan gejala keracunan ini semuanya tidak ada yang mengkhawatirkan,” ujar Antonius.

Ia bahkan menyebut kondisi para pelajar yang masih dapat ditangani sebagai kabar baik.

“Ini berita baik, kalaupun ada suatu kejadian berita baiknya adalah semua anak-anak kita dalam keadaan baik-baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Wilayah IV, Zulkarnain Barus, menyebut hingga sore terdapat 269 pelajar yang terdampak. Rinciannya, 204 siswa SMA Negeri 1 Berastagi, 25 siswa SMA Swasta Bersama, dan 40 siswa SMK Swasta Bersama. Data dari dua SMP masih dalam pendataan sehingga jumlah korban berpotensi bertambah.

Dugaan sementara mengarah pada menu ikan dencis gulai yang disajikan dalam program MBG. Zulkarnain mengatakan sejumlah siswa mengalami gatal-gatal dan sesak napas.

“Itulah dugaannya karena makanan ikan dencis gulai. Jadi efeknya itu siswa gatal-gatal dan paling parah itu, sesak nafas,” ucapnya.

Untuk memastikan penyebabnya, Dinas Kesehatan Karo telah mengambil sampel makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sampel tersebut selanjutnya akan diperiksa di laboratorium.

Kepala Dinas Kesehatan Karo dr. Immanuel Sinuhaji mengatakan pihaknya masih melakukan penanganan terhadap para pelajar sembari menunggu hasil pemeriksaan.

“Sampel sudah diambil, sekarang tinggal penanganan. Nanti selanjutnya akan kita kirim ke laboratorium,” ujarnya.

Hingga kini, penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Pemerintah daerah juga perlu memastikan keamanan makanan MBG agar kejadian serupa tidak kembali menimpa para pelajar.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.