Kamis, Agustus 13, 2026

Ganjar Minta TNI Kembali ke Barak: Tak Perlu Tanam Padi dan Jagung

Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo mengkritik pelibatan TNI dan Polri dalam program pertanian pemerintah. Ia menilai kedua institusi tersebut semestinya kembali fokus menjalankan fungsi utamanya, yakni TNI di bidang pertahanan dan Polri dalam menjaga keamanan.

Ganjar mengingatkan bahwa gagasan reformasi sebelumnya telah mendorong pemisahan fungsi TNI dan Polri setelah keduanya masih berada dalam satu institusi ABRI. Menurutnya, prajurit TNI tidak perlu diarahkan untuk mengerjakan kegiatan pertanian seperti menanam padi maupun jagung.

“Dan dia sudah mengatakan apa yang disebut kembalilah ke barak. Untuk apa? Bergeraklah dalam bidangnya. Apa itu? Pertahanan. Polisi, keamanan,” kata Ganjar, dikutip Kamis (13/8/2026).

Ganjar bahkan menegaskan keterlibatan aparat dalam kegiatan tersebut tidak diperlukan. Ia mempertanyakan alasan TNI dan Polri harus turun langsung mengerjakan sektor pertanian ketika masih banyak masyarakat yang membutuhkan pekerjaan.

“Maka dua-duanya gak perlu tanam padi, tanam jagung, gak perlu,” tegasnya.

Ia kemudian menyoroti tingginya kebutuhan lapangan kerja, termasuk bagi lulusan perguruan tinggi. Menurut Ganjar, sektor pertanian seharusnya dapat menjadi ruang penyerapan tenaga kerja melalui program padat karya.

“Berapa sarjana nganggur hari ini? Kompas sudah memuat, sekarang lapangan kerja dibutuhkan oleh banyak orang,” ujar Ganjar.

Di sisi lain, pemerintah memang mendorong keterlibatan aparat dalam program ketahanan pangan. Kementerian Pertahanan mencatat Polri berkontribusi dalam program swasembada pangan melalui penanaman jagung, pembangunan infrastruktur penyimpanan pangan, hingga penyaluran kredit usaha rakyat bagi petani.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.