Senin, Mei 11, 2026

Nilanya Fantastis, Ketua PP Muhammadiyah Bongkar Alasan Alihkan Dana dari BSI

MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menarik dana secara besar-besaran dari Bank Syariah Indonesia, nilainya hampir Rp13-15 Triliun.

Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas membeberkan alasan pengalihan dana dari Bank Syariah Indonesia (BSI) ke bank syariah lain berkaitan dengan risiko bisnis.

Anwar mengatakan Muhammadiyah memiliki komitmen tinggi untuk terus mendukung perbankan syariah. Untuk itu, Muhammadiyah terus melakukan rasionalisasi dan konsolidasi terhadap masalah keuangan organisasi.

“Muhammadiyah terus melakukan rasionalisasi dan konsolidasi terhadap masalah keuangannya agar Muhammadiyah bisa berkontribusi bagi terciptanya persaingan yang sehat di antara perbankan syariah yang ada, terutama ketika dunia perbankan syariah tersebut berhubungan dengan Muhammadiyah,” ujar Anwar Abbas, Rabu (5/6/2024).

Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu merasa Muhammadiyah perlu menata masalah keuangan terutama dalam penempatan dana.

“Perlu menata banyak hal tentang masalah keuangannya termasuk dalam hal yang terkait dengan dunia perbankan terutama menyangkut tentang penempatan dana dan juga pembiayaan yang diterimanya,” ujarnya.

Anwar juga membeberkan fakta di lapangan bahwa penempatan dana Muhammadiyah di BSI terlalu banyak, sehingga secara bisnis dapat menimbulkan risiko konsentrasi.

“Sementara di bank-bank syariah lain masih sedikit sehingga bank-bank syariah lain tersebut tidak bisa berkompetisi dengan margin yang ditawarkan oleh BSI baik dalam hal yang berhubungan dengan penempatan dana maupun pembiayaan,” tandasnya.

Pihaknya tidak ingin kondisi ini menyebabkan persaingan tidak sehat.

“Bila hal ini terus berlangsung maka tentu persaingan di antara perbankan syariah yang ada tidak akan sehat dan itu tentu jelas tidak kita inginkan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, PP Muhammadiyah mengalihkan penyimpanan dana dari BSI ke sejumlah bank syariah lain. Keputusan ini tertuang dalam memo tertanggal 30 Mei 2024.

Menurut informasi dalam memo “Konsolidasi Dana” itu, keputusan pengalihan dana ini dilakukan usai PP Muhammadiyah mengadakan pertemuan bersama Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di Yogyakarta pada 26 Mei 2024. Selanjutnya pihaknya minta untuk rasionalisasi dana simpanan dan pembiayaan yang sebelumnya ada di BSI.

“Dengan ini kami minta dilakukan rasionalisasi dana simpanan dan pembiayaan di Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan pengalihan ke Bank Syariah Bukopin, Bank Mega Syariah, Bank Muamalat, Bank-bank Syariah Daerah, dan bank-bank lain yang selama ini bekerja sama baik dengan Muhammadiyah,” bunyi memo tersebut (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.