MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – Ini sih miris banget, perempuan yang berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Semarang rela ‘menggendong’ alat yang ada kamera pengawasnya alias CCTV.
Ia bukan bertugas sebagai pengawas di sebuah instansi pemerintah, perempuan ini diawasi penuh oleh suaminya. Dengan alat tersebut diharapkan oleh suaminya semua gerak gerik dan semua yang dilakukan diketahui oleh suaminya.
Tak sebentar ia diintai seperti itu, dua tahun setengah lamanya. kamera pengintai yang konon sebesar HP tersebut berada di saku bagian depan,. Jadi kalua orang lain melihat pasti tahu, karena ada kamera dan lampu indikator yang selalu menyala.
Dalam satu hari perempuan ini ‘on cam’ selama ia berangkat hingga sampai di rumahnya. iya, begitu sampai di rumah kamera baru boleh dilepas. Selesai kah?
Ternyata belum selesai, di rumah pun kamera pengintai ada dan aktif selama 24 jam untuk mengawasinya.
Lalu sudah sampai disitu saja? Belum, suaminya yang bekerja di pabrik rokok di Semarang ini sanghat protektif, hampir setiap waktu video call dirinya.
Artinya selain dipantau melalu CCTV, ternyata masih kurang, harus di telpon dengan tampilan gambar bergerak pula.
`Dalam keterangan yang dihimpun Melihat Indonesia, pemasangan CCTV atau kamera pengawas terletak di baju dinasnya.
Edi Purwanto selaku kuasa hukum ASN tersebut mengaku tidak tahu pasti jenis kamera pengawas yang dipasang di baju kliennya, karena sekarang sudah tak lagi dikenakan.
“Menurut keterangan ART (pembantu), bentuk kameranya agak besar, kaya HP,” ucapnya.
Kamera pengawas itu bisa dilihat orang lain karena terpasang di bagian saku baju depan dan terdapat lampu indikator kamera yang menyala.
“Di saku baju sebelah kiri, itu kelihatan ‘jenggol’, ada (indikator) lampunya, nyala kelihatan merah,” imbuh Edi Purwanto. (**)