Jumat, Mei 1, 2026

Istana Garuda di IKN Mengalami Perubahan, Dari Gelap Menuju Hijau Cerah

MELIHAT INDONESIA, KALIMANTAN TIMUR – Burung Garuda yang menjadi ikon dari Istana Garuda di Ibu Kota Nusantara (IKN) baru-baru ini kembali menarik perhatian publik. Setelah sebelumnya menuai banyak sorotan karena penampakannya yang berwarna gelap kemerahan, kini burung Garuda tersebut mulai mengalami perubahan warna yang semakin terlihat jelas. Perubahan ini sejalan dengan rencana awal desain yang dicanangkan oleh perancangnya, Nyoman Nuarta.

Ketika pertama kali diperlihatkan kepada publik, burung Garuda di Istana Garuda memiliki warna yang menyerupai logam berkarat. Penampakan tersebut tak sedikit memicu berbagai komentar dari masyarakat, terutama di media sosial. Banyak yang mengkritik tampilan suram Garuda, bahkan ada yang menyebutnya mirip dengan sarang kelelawar karena warnanya yang gelap dan tidak sesuai dengan ekspektasi awal.

Proses Oksidasi Alami
Menurut Nyoman Nuarta, perubahan warna pada burung Garuda ini adalah bagian dari proses oksidasi alami yang memang sudah direncanakan. Patung Garuda yang terbuat dari kombinasi logam seperti tembaga dan kuningan ini akan mengalami proses perubahan warna secara bertahap menjadi hijau kebiruan. Proses ini, yang juga disebut sebagai patina, adalah hasil dari reaksi oksidasi pada logam-logam tersebut, serupa dengan yang dialami oleh Patung Liberty di Amerika Serikat dan Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali.

Patina ini tidak hanya memberikan estetika warna baru, tetapi juga melindungi permukaan logam dari korosi lebih lanjut. Meski saat ini baru sebagian kecil dari Garuda yang mulai berubah warna, Nyoman menjelaskan bahwa seiring waktu, seluruh permukaan logam tersebut akan berubah menjadi hijau toska, sesuai dengan desain awal yang direncanakan.

Tantangan Perubahan Warna
Perubahan warna pada patung ini tidak dapat terjadi dalam waktu singkat. Salah satu tantangan yang dihadapi dalam proses perubahan warna ini adalah cuaca. Nyoman mengungkapkan bahwa patina pada logam akan lebih cepat terbentuk dalam kondisi cuaca yang panas. Namun, karena IKN Nusantara saat ini memasuki musim hujan, proses oksidasi menjadi lebih lambat. Meski begitu, Nyoman optimis bahwa dalam beberapa waktu ke depan, tampilan Garuda akan semakin mendekati desain yang telah direncanakan.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, yang juga berperan sebagai Pelaksana tugas (Plt) Kepala Otorita IKN, menjelaskan bahwa publik tidak perlu khawatir dengan tampilan sementara Garuda yang dianggap suram. Ia menegaskan bahwa bangunan ini masih dalam tahap penyempurnaan dan warna hijau cerah yang diinginkan akan muncul seiring berjalannya waktu. Proses ini juga terjadi pada patung GWK di Bali yang memerlukan waktu bertahun-tahun hingga warnanya benar-benar berubah menjadi hijau.

Kritik Publik dan Respons Pemerintah
Meskipun proses perubahan warna ini sudah dijelaskan, kritik publik tetap muncul terkait penampilan awal Garuda yang dianggap tidak sesuai dengan ekspektasi. Banyak yang mengharapkan tampilan yang lebih cepat berubah, apalagi dengan statusnya sebagai simbol utama di ibu kota baru.

Respons pemerintah, melalui Basuki Hadimuljono, adalah untuk meminta masyarakat bersabar dan memahami bahwa proyek ini memang membutuhkan waktu. Ia menekankan bahwa pembangunan IKN, termasuk Istana Garuda, dirancang untuk jangka panjang, sehingga setiap elemen konstruksi direncanakan dengan sangat hati-hati.

Selain itu, pemerintah juga menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur lain di sekitar IKN tetap berlangsung, meskipun ada beberapa proyek yang dihentikan sementara untuk mempersiapkan pelaksanaan upacara HUT RI ke-79 di kawasan tersebut.

Burung Garuda di Istana Garuda IKN kini tengah mengalami transformasi yang signifikan. Proses perubahan warna dari gelap kemerahan menuju hijau kebiruan sejalan dengan rencana desain awal. Meski sempat menuai kritik, publik diimbau untuk bersabar karena perubahan warna tersebut terjadi secara alami melalui proses oksidasi.

Dengan simbol Garuda yang perlahan-lahan berubah menjadi lebih cerah, diharapkan istana ini menjadi ikon yang tidak hanya megah secara visual, tetapi juga simbol dari kemajuan dan keberlanjutan Indonesia di ibu kota barunya. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.