Minggu, April 19, 2026

Bullying di PPDS Undip Sudah jadi Tradisi, tapi Kampus dan RS Tutup Mata

MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – Kasus bullying diduga sudah menjadi tradisi dalam Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) anestesi Undip di RSUP Kariadi. Namun, kampus dan rumah sakit tersebut tutup mata.

Salah satu bentuk bullying yang terungkap adalah tradisi junior PPDS Undip semester awal wajib membelikan kebutuhan makan kepada semua senior PPDS semester 2-8 ketika jam lembur.

Dekan Fakultas Kedokteran Undip, Yan Wisnu mengakui hal tersebut. Namun, dia menganggap tradisi tersebut merupakan bentuk gotong royong.

“Kalau di (PPDS) anestesi di semester 1 mereka perbulan satu orang (iuran) Rp20-40 juta untuk 6 bulan pertama, untuk gontong royong konsumi, tapi nanti ketika jadi semester 2 nanti gantian yang semester 1. Terus begitu,” ucap Yan di Undip, Jumat (13/9/2024).

“Jadi mereka maksudnya ingin gotong royong bergantian, tapi dilihat di luar tetap tidak adil,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Yan Wisnu meminta maaf atas terjadinya dugaan perundungan. Ia menyampaikan maaf pada masyarakat terutama, Kemenkes, Kemendikbud, Komisi IX DPR RI apabila masih ada kekurangan dalam menjalani PPDS.

“Saya sampaikan hari ini menyadari sepenuhnya, menyampaikan dan mengakui bahwa dalam sistem pendidikan dokter spesialis internal kami terjadi praktik-praktik kasus perundungan dalam berbagai bentuk, dan derajat, dan hal,” katanya. (*)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.