Sabtu, April 18, 2026

Dunia Medis Terguncang: Bayi 19 Bulan di Malaysia Didiagnosis Kanker Ovarium Langka

MELIHAT INDONESIA, MALAYSIA – Dunia medis dikejutkan oleh kasus langka kanker ovarium yang menyerang seorang bayi berusia 19 bulan di Sabah, Malaysia. Kasus ini menjadi perhatian besar karena kanker ovarium biasanya menyerang wanita dewasa, dan sangat jarang terjadi pada anak-anak, apalagi bayi.

Bayi tersebut, Daneen Auni Riksi, putri dari Fallarystia Sintom (25), didiagnosis menderita kanker ovarium stadium tiga setelah mengalami gejala seperti sembelit, perut kembung, dan rasa tidak nyaman yang terus-menerus. Fallarystia pertama kali menyadari ada yang tidak beres pada kondisi anaknya pada Agustus 2024, dan segera membawa Daneen ke rumah sakit.

Penemuan Tumor Besar dan Tindakan Medis
Setelah diperiksa secara intensif, dokter di Rumah Sakit Wanita dan Anak Sabah menemukan tumor berukuran 13,5 cm di ovarium kanan Daneen. Pada awal Oktober 2024, tumor tersebut berhasil diangkat melalui operasi. Namun, diagnosis lebih lanjut menunjukkan bahwa kanker telah mencapai stadium tiga, yang berarti sel kanker telah menyebar ke bagian tubuh lainnya.

“Ini adalah momen yang sangat berat. Ovarium kanan anak saya harus diangkat, dan dia masih sangat kecil. Namun, kami tetap berpegang pada harapan,” ungkap Fallarystia dengan penuh emosional.

Kemoterapi Menjadi Langkah Berikutnya
Setelah operasi, Daneen akan menjalani rangkaian kemoterapi untuk memerangi sisa sel kanker. Meskipun tantangan ini sangat besar, keluarga Daneen tetap optimis bahwa pengobatan tersebut dapat memberikan harapan kesembuhan bagi putri mereka. “Selama ada pengobatan, masih ada harapan,” ujar Fallarystia penuh keyakinan.

Kasus Langka yang Mengguncang Dunia Medis
Kanker ovarium pada bayi sangat jarang terjadi. Berdasarkan data dari Ovarian Cancer Research Alliance (OCRA), sekitar 90 persen kasus kanker ovarium terjadi pada wanita berusia di atas 40 tahun. Maka dari itu, diagnosis pada bayi seperti Daneen merupakan kejadian yang sangat langka dan luar biasa.

Kebanyakan tumor ovarium pada anak-anak sebenarnya bukan kanker, melainkan tumor jinak. Namun, dalam kasus Daneen, kanker telah berkembang ke stadium lanjut, menjadikannya tantangan medis yang signifikan. Penyebab pastinya belum diketahui, namun dokter terus melakukan penelitian dan perawatan intensif.

Gejala dan Faktor Risiko Kanker Ovarium
Pada anak-anak, gejala kanker ovarium yang harus diwaspadai antara lain nyeri perut, pembengkakan, benjolan di perut, serta tanda-tanda pubertas yang tidak sesuai usia. Pada orang dewasa, beberapa faktor risiko seperti mutasi genetik (BRCA1 dan BRCA2), riwayat keluarga, obesitas, dan endometriosis diketahui meningkatkan risiko kanker ovarium. Namun, kasus pada bayi seperti Daneen memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami penyebab dan cara penanganannya.

Semangat Keluarga untuk Melawan Kanker
Dengan dukungan penuh dari tim medis dan keluarga, Daneen terus menjalani pengobatan yang intens. Meski masa depan masih penuh ketidakpastian, keluarga Daneen tetap berjuang dan berharap yang terbaik untuk putri kecil mereka. Mereka yakin, dengan cinta dan perawatan yang tepat, Daneen akan mampu mengatasi penyakit yang telah mencuri sebagian masa kecilnya. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.