Sabtu, April 18, 2026

Tak Dukung Program Makan Gratis, Prabowo Minta Angkat Kaki dari Pemerintahannya

MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto dengan tegas mengungkapkan komitmennya untuk mengimplementasikan program makan bergizi gratis bagi anak-anak dan ibu hamil, sebuah langkah yang ia nilai sangat strategis untuk kebangkitan bangsa Indonesia.

Dalam arahannya pada sidang kabinet di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu, 23 Oktober 2024, Prabowo menegaskan bahwa dukungan terhadap program ini adalah syarat mutlak bagi para anggota Kabinet Merah Putih.

“Bagi saya, makan bergizi untuk anak-anak dan ibu hamil ini adalah strategis. Yang tidak mendukung hal ini silakan keluar dari pemerintah yang saya pimpin,” tegas Prabowo, menunjukkan ketegasan dan komitmennya dalam merealisasikan kebijakan tersebut. Jika ada yang tak mengikutinya, ia mempersilahkan untuk angkat kaki dari pemerintahannya.

Tindakan Segera untuk Program Makan Bergizi

Prabowo menekankan pentingnya tindakan cepat dan tepat dari semua kementerian dan lembaga terkait untuk melaksanakan program ini. Ia telah meminta Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, untuk segera bergerak.

Mantan Menteri Pertahanan ini mengungkapkan bahwa beberapa tokoh meragukan kemampuan pemerintah dalam melaksanakan program makan bergizi gratis, namun ia tidak gentar menghadapi skeptisisme tersebut.

“Saya tidak katakan bahwa ini bisa selesai dalam satu minggu, dua minggu, atau tiga bulan. Tidak ada di antara kita yang punya tongkat Nabi Sulaiman. Tapi kita bisa berhitung, kita bisa mengelola, kita bisa alokasikan dana, kita bisa kerahkan sumber daya,” jelas Prabowo, menekankan perlunya perencanaan yang matang.

Tanggung Jawab Menteri untuk Menyusun Program Kerja

Dalam rapat tersebut, Prabowo juga menginstruksikan kepada 48 menteri dan 12 pejabat setingkat menteri untuk segera menyiapkan program kerja masing-masing. Ia telah memanggil beberapa menteri, termasuk Jaksa Agung ST Burhanuddin dan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, Muhammad Yusuf Ateh, dalam upaya memastikan semua program kementerian dapat berkontribusi secara signifikan dan terukur.

“Pelajari lagi semua proyek, jangan ada proyek yang mercusuar. Semua ditujukan kepada apa yang saya sampaikan di depan Majelis Permusyawaratan Rakyat saat pelantikan. Kita harus swasembada pangan, itu prioritas dasar karena situasi global. Swasembada energi mutlak,” tegas Prabowo, menyoroti fokus kebijakan pemerintahannya.

Menyongsong Ketahanan Pangan dan Energi

Dalam pidato pertamanya setelah dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD, Jakarta, pada 20 Oktober 2024, Prabowo menggarisbawahi komitmennya untuk mencapai swasembada pangan dan energi sebagai langkah penting menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Ia menyadari bahwa dalam krisis global, negara-negara lain cenderung memprioritaskan kepentingan domestik mereka.

“Oleh karena itu, Indonesia harus mampu memproduksi dan memenuhi kebutuhan pangan nasional secara mandiri,” kata Prabowo, menekankan pentingnya ketahanan pangan di dalam negeri.

Selain itu, Prabowo juga mengingatkan akan ancaman serius dari ketergantungan pada sumber energi luar negeri, terutama di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat. Dengan pernyataan ini, Prabowo ingin memastikan bahwa program makan bergizi gratis bukan hanya sekadar kebijakan, tetapi bagian dari visi yang lebih besar untuk memperkuat ketahanan nasional dan mengatasi berbagai tantangan yang ada. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.