Jumat, Mei 1, 2026

Gus Miftah dan Yati Pesek, Ketegangan Menghangat di Balik Video Lawas yang Kembali Viral

MELIHAT INDONESIA, YOGYAKARTA – Jagat maya kembali riuh dengan berita mengenai Gus Miftah dan seniman senior Yati Pesek. Sebuah video lama yang memperlihatkan ucapan kontroversial Gus Miftah terhadap Yati Pesek menjadi viral, mengundang perhatian publik selama beberapa hari terakhir.

Luka di Balik Diam

Yati Pesek, pelawak sekaligus pemain wayang orang yang telah berkarya sejak 1966, mengaku sakit hati dengan ucapan Gus Miftah. Dalam wawancara dengan Erick Estrada yang diunggah di akun Instagram sang aktor, Yati menceritakan perasaannya.

“Ya, aku cuma diam saja walaupun sebenarnya hatiku ya sakit sekali,” ujar Yati dengan nada pilu.

Sebagai seniman yang telah menjaga budaya dan tata krama sepanjang kariernya, Yati merasa terkejut dengan komentar tersebut.

“Sejak kecil aku jadi seniman sampai tua tetap menjaga budayaku beneran. Kok aku sama Miftah dibilang kayak begitu,” tambahnya.

Gus Miftah Buka Suara

Gus Miftah, pemimpin Pondok Pesantren Ora Aji, akhirnya angkat bicara dan meminta maaf atas ucapan yang menyinggung Yati Pesek. Namun, ia menegaskan bahwa gaya dakwahnya akan tetap dipertahankan.

“Secara prinsip, semua orang punya gaya dakwah masing-masing. Karakter itu tetap akan saya pertahankan, cuma dengan pemilihan kata dan diksi yang mungkin lebih berhati-hati,” ujar Gus Miftah.

Ia juga menyayangkan video lama tersebut kembali diangkat ke permukaan. “Video itu sudah tahun yang lalu. Kalau sekarang diambil dan diviralkan lagi, saya bisa berbuat apa? Insyaallah hubungan saya dengan beliau yang terbaik.”

Perjalanan Panjang Yati Pesek

Yati Pesek bukan nama baru dalam dunia seni tradisional. Sejak muda, ia aktif di kelompok wayang orang seperti Jati Mulya Kebumen, Sari Budaya Klaten, hingga Ketoprak Plesetan pada 1990. Sikap santun dan dedikasinya terhadap budaya Jawa membuatnya dihormati banyak kalangan.

Namun, insiden ini meninggalkan luka yang mendalam bagi Yati. Ia berharap kejadian serupa tidak lagi terulang, terutama dalam dunia yang seharusnya dihiasi dengan saling menghargai.

Pembelajaran dari Kontroversi

Insiden ini menjadi pengingat bahwa kata-kata memiliki kekuatan besar, terlebih ketika disampaikan oleh tokoh publik. Dalam dunia digital, rekaman lama pun dapat kembali mencuat, membawa dampak yang tidak terduga.

Meski demikian, Gus Miftah dan Yati Pesek sama-sama menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi kontroversi ini. Permintaan maaf Gus Miftah dan sikap diam Yati Pesek mencerminkan upaya untuk meredam ketegangan, demi menjaga keharmonisan di tengah sorotan publik.

Kejadian ini bukan hanya menjadi bahan perbincangan, tetapi juga pelajaran penting tentang pentingnya berhati-hati dalam bertutur kata. Semoga, dari peristiwa ini, hubungan keduanya dapat kembali harmonis dan menjadi contoh bagi kita semua. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.