MELIHAT INDONESIA, PALEMBANG – Video viral yang memperlihatkan aksi kekerasan terhadap seorang mahasiswa koas Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK Unsri) mendapat perhatian publik. Insiden itu terjadi di sebuah kafe di Jalan Demang, Palembang, pada Rabu (11/12).
Dalam video tersebut, seorang pria berbaju merah terlihat berulang kali memukul mahasiswa koas yang masih mengenakan seragam kerja. Meskipun korban sempat mencoba melawan, situasi memanas hingga beberapa orang di lokasi berusaha melerai.
Pernyataan RSUD Siti Fatimah
RSUD Siti Fatimah Sumatera Selatan, tempat korban pernah menjalani praktik klinis sebagai dokter muda, menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden ini. Dalam unggahan di Instagram resminya, pihak rumah sakit mengecam keras segala bentuk kekerasan.
“Tindakan kekerasan apapun tidak dapat dibenarkan, dan kami mengecam dengan tegas setiap bentuk kekerasan, baik di dalam maupun di luar lingkungan RSUD Siti Fatimah,” bunyi pernyataan tersebut.
RSUD juga menegaskan bahwa pengaturan jadwal jaga mahasiswa selama praktik dilakukan melalui musyawarah dan telah disetujui oleh koordinator pendidikan.
Insiden di Luar Jam dan Lokasi Praktik
Pihak rumah sakit menekankan bahwa kejadian pemukulan tersebut terjadi di luar lingkungan RSUD Siti Fatimah dan di luar jam praktik mahasiswa. Mereka juga mengklarifikasi bahwa tidak ada hubungan langsung antara peristiwa ini dengan aktivitas di rumah sakit.
“Kami tidak mengetahui adanya pertemuan antara mahasiswa profesi dokter dengan pihak keluarga atau orang tua mahasiswa terkait insiden ini,” jelasnya.
Pelaku Menyerahkan Diri
Pelaku, pria berbaju merah yang diduga melakukan kekerasan, akhirnya menyerahkan diri ke Polda Sumsel pada Jumat (13/12) pagi. Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Sunarto, mengungkapkan bahwa pelaku datang bersama kuasa hukum dan keluarganya.
“Saat ini, terlapor berada di Unit 5 Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” kata Sunarto.
Korban, M Lutfi (22), hingga kini masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang akibat luka yang dideritanya.
Latar Belakang Konflik
Insiden ini diduga dipicu oleh perselisihan mengenai pembagian jadwal piket di antara mahasiswa koas. Konflik tersebut berujung pada konfrontasi fisik yang menggemparkan publik setelah rekaman kejadian menyebar luas di media sosial.
Langkah Hukum
Polisi kini sedang menyelidiki lebih lanjut motif dan kronologi kejadian. Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya penyelesaian konflik secara damai, khususnya di lingkungan pendidikan, yang seharusnya menjadi tempat belajar dan berkembang dengan aman. (**)