MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Tagar #KaburAjaDulu menuai beragam respon dari berbagai pihak. Walhasil, hastaga #KaburAjaDulu menuai kontroversi.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer atau Noel, turut merespon tagar #KaburAjaDulu.
Noel mengaku tak ambil pusing dengan Warga Negara Indonesia (WNI) yang ingin kabur dari tanah air dan bekerja di luar negeri.
Bahkan, Noel meminta WNI yang berkarier di luar negeri tak usah kembali lagi ke Indonesia.
“Mau kabur, kabur sajalah. Kalau perlu jangan balik lagi, hi-hi-hi,” ungkap Noel.
Ia hanya menegaskan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan tidak mempermasalahkan tagar atau seruan tersebut.
“Masa hashtag kita peduliin,” katanya.
Respon berbeda disampaikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli.
Ia menyebutkan bahwa kemunculan hastag #KaburAjaDulu menjadi tantangan bagi pemerintah untuk menyediakan pekerjaan yang lebih baik bagi WNI.
Ia mengakui bahwa peluang bagi WNI untuk bekerja di luar negeri memang terbuka.
Yassierli juga tidak keberatan jika WNI memilih bekerja di luar negeri dan kemudian kembali ke Indonesia untuk berkontribusi dalam pembangunan negeri.
Yassierli menanggapi, bahwa meskipun ada kesempatan kerja di luar negeri, semangatnya bukan untuk “kabur.”
Ia mengatakan, jika WNI ingin meningkatkan keterampilan dan bekerja di luar negeri untuk kemudian kembali dan membangun Indonesia, itu tidak masalah.
Fenomena #KaburAjaDulu yang sedang viral di media sosial mencerminkan keinginan masyarakat untuk meninggalkan Indonesia guna bekerja atau melanjutkan studi di luar negeri.
Menteri P2MI, Abdul Kadir Karding, mengungkapkan bahwa tren ini bisa dianggap positif, asalkan individu yang berniat bekerja di luar negeri terlebih dahulu mengembangkan keterampilan dan kemampuan mereka.
Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) baru-baru ini mencatat, selama Januari-November 2024, 272.164 PMI yang bekerja di luar negeri.
Mereka mayoritas berada di sektor informal, yaitu 145.962 orang, dan didominasi oleh pekerja migran perempuan sebanyak 187.127 orang.
Sebelumnya, tagar #KaburAjaDulu viral di berbagai platform media sosial (medsos).
Pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi, menyebut tagar itu pertama kali diunggah oleh akun @amouraXexa pada 8 Januari 2025, meski awalnya mendapat sedikit engagement.
Ismail Fahmi melihat #KaburAjaDulu sebagai respons frustrasi terhadap situasi di Indonesia, mendorong netizen mencari info kerja, persiapan migrasi, risiko, dan perbandingan hidup di luar negeri. (*)