Selasa, Mei 5, 2026

Kecolongan, Purbaya Ungkap Motor Listrik BGN Sempat Lolos Meski Sudah Ditolak

Celah dalam sistem penganggaran pemerintah kembali menjadi perhatian. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap bahwa pengadaan motor listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sempat lolos meski sebelumnya telah ditolak.

Dalam konferensi pers APBNKita, Selasa (5/5/2026), Purbaya menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan dengan fokus pada efisiensi dan pengawasan anggaran.

“Program MBG jalan terus dan kita akan pastikan nanti belanjanya lebih efisien,” ujar Purbaya.

Ia juga meminta Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) memperketat pengawasan agar tidak ada pos belanja yang dinilai tidak rasional.

Purbaya menyebut, celah pada sistem membuat anggaran yang telah ditolak tetap bisa lolos. Saat ini, perbaikan sistem tengah dilakukan untuk mencegah kejadian serupa.

“Itu software dari Dirjen Anggaran, itu sedang diperbaiki sehingga nggak kebobolan kayak kemarin tuh. Kamu kebobolan kan? Tahun lalu kita sudah menolak beli motor untuk BGN. Jadi, saya tolak. Pokoknya ada kebocoran dari acara tertentu malah melewati itu sehingga softwarenya tidak terdeteksi ya, sehingga sempat keluar. Sekarang sudah kita perbaiki dan hal seperti itu akan kita kurangi semaksimal mungkin,” jelas Purbaya.

“Dalam pengertian Pak Dirjen Anggaran akan lihat apakah belanjanya ada yang aneh-aneh apa enggak ya dengan software yang lebih baik lagi. Dulu kan Anda yang bikin softwarenya kan, kok bisa bobol kita? Jadi yang bikin software SPPG itu dia, makanya saya dibobol sama dia. Tapi sekarang kita perbaiki,” tambah Purbaya.

Hingga 31 Maret 2026, realisasi anggaran MBG mencapai Rp55,34 triliun atau 16,5% dari total Rp335 triliun. Program ini telah menjangkau 61,8 juta penerima serta membangun 26.362 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.