Sabtu, Juni 6, 2026

Pelabuhan Tanjung Emas Semarang bakal Direvitalisasi untuk Pacu Ekspor Jateng

MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – Pelabuhan Tanjung Emas Semarang direncanakan bakal direvitalusasi untuk memacu kuantitas layanan distribusi logistik ekspor barang dari Jawa Tengah.

“Pelabuhan Tanjung Emas, kita koordinasi dengan Kementerian Perhubungan dalam upaya revitalisasi karena banyak saran dari teman-teman (pengusaha),” kata Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Jumat (14/3/2025).

Menurutnya, revitalisasi diperlukan untuk keseimbangan antara meningkatnya arus logistik barang hasil produksi dari industri dan kapasitas layanan ekspor di Tanjung Emas.

Seperti diketahui, industri makin menjamur di Jawa Tengah dengan hadirnya Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Kawasan Industri Kendal (KIK), Jatengland Industrial Park Sayung (Demak), dan lainnya.

Rencana revitalisasi ini menguat setelah Luthfi menerima audiensi dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jateng dan Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).

Ketua Umum ALFI/ILFA, Teguh Arif Handoko menerangkan, salah satu dorongan upaya revitalisasi yang dimaksud yakni pengerukan sedimen lumpur di kawasan dermaga dan (sea way) alur pelayaran, serta perluasan dermaga.

Revitalisasi kawasan pelabuhan diharapkan bisa mendukung kapal kargo dengan ukuran yang lebih besar untuk masuk bersandar tanpa khawatir akan kandas. Dari ukuran kapal kargo dari 500 TEUs saat ini, menjadi 1.000 TEUs, bahkan 2.000-3.000 TEUs.

“Ini bisa menambah volume pelayanan di Tanjung Emas. Kita harapkan semua (kontainer) yang keluar dari Industri di Pantura Jateng bisa ekspor melalui Tanjung Emas. Jangan sampai ada kawasan industri yang ekspornya melalui Jatim, Jabar, atau Jakarta,” kata dia.

Peningkatan layanan logistik distribusi ekspor di Tanjung Emas dirasanya begitu penting dalam 1-2 tahun ke depan. Hal itu untuk menunjang kebutuhan layanan ekspor karena semakin berkembangnya kawasan industri di Jateng yang mencapai 20 persen.

Teguh menggambarkan, realisasi ekspor dari Tanjung Emas naik sekira 15 persen dari 2023 ke 2024. Angkanya meningkat sekira hampir 800 ribu TEUs (798 ribuan) pada 2023, menjadi sekira 900 ribu TEUs pada 2024. (*)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.