Senin, Mei 25, 2026

Mahasiswa ITB Berprestasi Dihujat karena Fisik Saat Tampil di Clash of Champions

Zahran Nizar Fadhlan, mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Teknik Dirgantara dengan IPK 3,94, menjadi perbincangan warganet usai tampil sebagai peserta Clash of Champions Ruangguru Season 2. Sayangnya, bukan pujian yang diterima, melainkan cibiran terhadap penampilan fisiknya yang viral di media sosial.

Komentar tidak pantas seperti “muka jamet banget”, “komuknya”, hingga “mirip nenek moyang Jawa” dilontarkan oleh sejumlah pengguna media sosial. Bahkan ada yang menyebut wajah Zahran menyerupai “pedofil”, memicu reaksi keras dari publik. Namun, hujatan itu juga dibalas dengan gelombang pembelaan dari netizen lain yang menyoroti prestasi akademik Zahran yang membanggakan.

Zahran diketahui aktif dalam berbagai kompetisi ilmiah. Ia merupakan peraih Medali Perak di International Physics Olympiad (IPhO) 2024 di Iran, dan Medali Perunggu di International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) 2023 di Portugal. Ia juga pernah menjadi juara Olimpiade Sains Nasional (OSN). Meskipun jarang aktif di Instagram, Zahran memiliki lebih dari 10 ribu pengikut di akun @zahran_nizar.

Ajang Clash of Champions sendiri merupakan kompetisi yang digelar oleh Ruangguru dan mempertemukan mahasiswa-mahasiswa cerdas dari berbagai wilayah. Format kompetisi ini menguji kecerdasan, logika, dan strategi peserta. Namun, kasus yang menimpa Zahran menjadi tamparan keras bagi masyarakat, bahwa standar fisik tidak seharusnya menjadi ukuran nilai seseorang—terlebih ketika yang bersangkutan telah memberi kontribusi nyata bagi bangsa.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.