Kamis, Mei 7, 2026

Puluhan PSK Menjamur di IKN, Cak Imin: Ini Gawat, Harus Dicek!

Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang dirancang sebagai pusat peradaban baru Indonesia tengah menghadapi tantangan serius dalam aspek sosial dan moral. Puluhan perempuan diduga sebagai pekerja seks komersial (PSK) terjaring dalam operasi penertiban yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sepanjang tahun 2025.

Kepala Satpol PP PPU, Bagenda Ali, menyebut bahwa praktik prostitusi yang dilakukan secara daring maupun luring semakin marak, terutama di wilayah Kecamatan Sepaku yang masuk dalam kawasan IKN.

“Kami pantau dan lakukan operasi penertiban praktik prostitusi daring maupun luring di sekitar wilayah IKN,” ujar Bagenda, Senin (7/7).

Satpol PP mencatat bahwa dari tiga operasi penertiban terakhir, jumlah PSK yang terjaring mencapai 64 orang. Pada operasi pertama diamankan 2 orang, operasi kedua 32 orang, dan pada operasi ketiga 30 orang.

Modus yang digunakan para PSK cukup beragam. Secara daring, mereka menawarkan jasa melalui aplikasi media sosial, lalu menyewa penginapan seharga Rp300 ribu per malam. Sementara secara luring, ada modus kerja sama dengan “warung kopi pangku” — warung remang-remang yang memiliki bilik kamar tersembunyi.

Tarif jasa yang ditawarkan para PSK tersebut berkisar antara Rp400 ribu hingga Rp700 ribu sekali kencan.

“Pelaku prostitusi itu tawarkan jasa dengan harga antara Rp400 ribu hingga Rp700 ribu sekali kencan,” tambah Bagenda.

Lebih lanjut, para PSK ini diketahui berasal dari luar daerah, seperti Bandung, Makassar, Yogyakarta, Balikpapan, hingga Samarinda. Mereka diberi pembinaan dan diminta meninggalkan wilayah Penajam Paser Utara dalam waktu 2–3 hari.

Satpol PP menekankan bahwa wilayah IKN sebagai kawasan strategis nasional harus terbebas dari ancaman penyakit sosial masyarakat dan degradasi moral, serta membutuhkan sinergi lintas sektor untuk pengawasan, terutama terhadap para pendatang yang menyewa penginapan tanpa identitas jelas.

Tanggapan Cak Imin
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), mengaku terkejut dan prihatin atas menjamurnya praktik prostitusi di kawasan IKN.

“Waduh, ini gawat, gawat, gawat,” kata Cak Imin saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (7/7).
“Kok bisa gawat gitu? Wah ini harus dicek, ini harus dicek!”

Cak Imin menilai fenomena ini sebagai peringatan serius dalam pembangunan IKN. Ia menegaskan akan segera melakukan pengecekan langsung ke lapangan dan meminta perhatian seluruh pihak untuk menjaga martabat ibu kota baru.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.