Kamis, Mei 7, 2026

Tim Panjat Tebing Indonesia Sapu Bersih Medali Emas di Dua Kejuaraan Internasional

Awal Juli 2025 menjadi pekan yang membanggakan bagi tim panjat tebing Indonesia. Atlet-atlet di bawah naungan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) berhasil mencetak prestasi gemilang dalam dua ajang internasional: IFSC Climbing World Cup 2025 seri Krakow dan ASEAN Climbing Championship 2025 di Putrajaya, Malaysia.

Di seri Krakow yang digelar pada Minggu (6/7/2025), Indonesia merebut dua medali emas dan satu perak dari nomor speed climbing. Raharjati Nursamsa dan Desak Made Rita Kusuma Dewi masing-masing menyumbangkan emas, sementara Kiromal Katibin membawa pulang perak setelah kalah dalam final sesama atlet Indonesia.

“Saya sangat senang bisa kembali meraih emas setelah dua tahun. Saya hanya fokus untuk memanjat secepat mungkin dan tidak membiarkan tekanan memengaruhi,” ujar Raharjati yang mencatat waktu 4,73 detik dan sekaligus memecahkan rekor Asia.

Desak Made juga tampil gemilang di final speed putri dengan catatan waktu 6,27 detik, mengalahkan Emma Hunt (Amerika Serikat) yang mencatat 7,56 detik.

“Saya sangat senang bisa menang di sini. Pelatih selalu menekankan untuk menikmati jalannya lomba, fokus pada teknik, dan tetap tenang,” ungkap Desak.

Waktu yang ia bukukan menjadi personal best dan sekaligus medali emas World Cup pertamanya setelah sebelumnya hanya meraih perak di beberapa seri.

Sementara itu, dari ajang ASEAN Climbing Championship 2025 di Malaysia yang digelar 4–6 Juli, Indonesia menambah lima emas, satu perak, dan satu perunggu. Medali emas diraih oleh Ardana Cikal Damarwulan (2 emas), Alma Ariella Tsany, Mahesa Caesar, dan Nur Ismatul Sakdia. Alma juga meraih perak di Boulder Youth Putri, dan Nur menambah perunggu di Lead Open Putri.

“Ini adalah hasil dari kerja keras para atlet dan tim pelatih. Kami bersyukur bisa mempertahankan prestasi dan terus melangkah ke kompetisi berikutnya,” kata Sekretaris Umum PP FPTI, Wahyu Pristiawan Buntoro.

Capaian luar biasa ini mempertegas dominasi Indonesia di nomor speed panjat tebing dunia serta menunjukkan regenerasi atlet muda yang menjanjikan. Prestasi ini juga menjadi modal penting menuju IFSC World Championships 2025 di Seoul, Korea Selatan, pada September mendatang, yang sekaligus menjadi ajang kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.