Kamis, Mei 7, 2026

Revitalisasi Pasar Baru Segera Dimulai, Gubernur Pastikan Tanpa Bebani APBD

Efisiensi yang digaungkan pemerintah masih berjalan. Hal tersebut membuat setiap daerah memutar otak untuk menggali dana lain demi mencukupi kebutuhan masyarakat dari berbagai sektor. Termasuk dalam hal pembangunan infrastruktur. Satu diantaranya kini sedang diupayakan Pramono Anung.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa rencana revitalisasi Pasar Baru, Jakarta Pusat, akan segera direalisasikan.

Proyek penataan kawasan bersejarah ini dipastikan tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), karena seluruh pembiayaannya berasal dari kerja sama dengan pihak swasta melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR) dan sumber pendanaan kreatif lainnya.

Pernyataan ini disampaikan Pramono dalam sambutannya di acara Derap Kerja Sama Jakarta Award di Balai Kota, Jumat (11/7/2025). Ia menyebut, pembiayaan sudah diamankan dan telah mendapat persetujuan dari jajaran Pemprov, termasuk Asisten Perekonomian dan Keuangan.

“Simbol-simbol peninggalan dululah yang kemudian kita benahi. Untuk Pasar Baru, dananya sudah ada. Ini bentuk nyata bahwa pembangunan tak melulu harus lewat APBD,” tegasnya.

Revitalisasi ini merupakan bagian dari visi besar Pramono dalam memperkuat identitas kota melalui penataan kawasan bersejarah dan ruang publik. Ia menyebut keberhasilan penataan Blok M sebagai contoh yang akan diikuti Pasar Baru. Menurutnya, saat ini kondisi Pasar Baru masih terlihat jadul, tidak tertata, dan kurang ramah pengunjung.

Renovasi akan mencakup pembenahan visual kawasan, infrastruktur pendukung, akses transportasi, fasilitas parkir, serta kebersihan sungai yang melintas di area tersebut. Dengan penataan menyeluruh, kawasan ini diharapkan kembali menjadi pusat aktivitas ekonomi, budaya, dan pariwisata warga Jakarta.

Tak hanya Pasar Baru, Gubernur juga memastikan revitalisasi taman-taman kota terus berjalan. Salah satunya adalah proyek integrasi Taman Ayodhya, Taman Langsat, dan Taman Leuser di Jakarta Selatan yang akan digabung menjadi ruang terbuka hijau (RTH) seluas 6,5 hektare—langkah strategis di tengah isu minimnya RTH di Jakarta.

Revitalisasi ini menunjukkan pendekatan baru Pemprov DKI dalam pembangunan kota: mengedepankan kolaborasi lintas sektor, efisiensi anggaran, dan pelestarian nilai-nilai sejarah kota.

Langkah ini tidak hanya meningkatkan kualitas ruang publik, tetapi juga mencerminkan semangat Jakarta sebagai kota kolaboratif yang adaptif terhadap tantangan modern.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.