Selasa, April 28, 2026

Perang Thailand-Kamboja Tewaskan Puluhan Orang, Ini Akar Dendamnya Sejak 1907!

Konflik bersenjata antara Thailand dan Kamboja kembali pecah dan menjadi sorotan dunia setelah bentrokan sengit meletus pada Kamis, 24 Juli 2025. Korban jiwa tercatat mencapai 33 orang, termasuk 13 warga sipil di Thailand dan delapan di Kamboja.

Gempuran ini juga memaksa lebih dari 200.000 orang meninggalkan rumah mereka di wilayah perbatasan kedua negara.

Namun, perang ini bukan sekadar konflik sesaat. Akar masalahnya sudah mengendap lebih dari seabad lalu, tepatnya sejak tahun 1907 saat penjajahan Prancis. Garis batas wilayah antara kedua negara yang ditarik sepihak sejak era kolonial menjadi pemicu utama.

Seperti dilansir dari Security Council Report, sengketa perbatasan ini sepanjang 817 kilometer hingga kini belum sepenuhnya disepakati.

Salah satu titik panas yang selalu menyulut emosi adalah sengketa atas Candi Preah Vihear, situs bersejarah Hindu abad ke-11. Meski Mahkamah Internasional (ICJ) telah menyatakan candi itu milik Kamboja sejak 1962, Thailand tetap mengklaim wilayah sekitarnya.

Ketegangan kembali meningkat saat Kamboja mengusulkan candi Preah Vihear sebagai situs Warisan Dunia UNESCO pada 2008.

Rentetan insiden kecil terus memanaskan hubungan kedua negara. Pada 13 Februari 2025, tentara Kamboja dikabarkan mengawal 25 warga sipil ke Kuil Prasat Ta Moan Thon dan menyanyikan lagu kebangsaan di sana, padahal lokasi itu berada di wilayah Thailand.

Ini dianggap melanggar kesepakatan bersama tentang protokol pariwisata yang kemudian dibalas dengan surat peringatan dari militer Thailand.

Pada bulan Juni hingga Juli 2025, situasi makin memanas: duta besar ditarik, koneksi internet diputus, impor bahan pokok dihentikan, hingga beberapa kuil tutup operasional.

Insiden ranjau darat pada 16 dan 23 Juli 2025 juga memicu kemarahan publik Thailand setelah seorang tentara Thailand kehilangan kakinya dan lima lainnya terluka.

Puncaknya, ledakan besar dan tembakan senjata berat kembali terdengar di sekitar Candi Preah Vihear, memperluas medan tempur ke titik-titik strategis lain yang disebut sebagai eskalasi terburuk sejak satu dekade terakhir.

Gencatan senjata memang telah diumumkan, tetapi perdamaian sejati antara kedua negara masih tampak jauh dari jangkauan.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.