Rabu, Mei 6, 2026

Pencak Silat Bakal Jadi Kurikulum Baru di Jawa Tengah

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan keinginannya agar pencak silat masuk dalam kurikulum sekolah, baik sebagai bagian dari mata pelajaran maupun kegiatan ekstrakurikuler. Menurutnya, pencak silat bukan sekadar seni bela diri, tetapi juga warisan budaya dengan nilai historis yang mampu membangun karakter generasi muda.

“Mewakili pemerintah provinsi, Dinas Pendidikan kita, mulai besok perintah lisan saya, segera seluruh SMA harus punya materi pencak silat,” tegas Luthfi saat menghadiri Pelantikan Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Tengah di Ballroom Poncowati, Hotel Patra, Kota Semarang, Sabtu (2/8/2025).

Untuk mewujudkan hal itu, Luthfi meminta IPSI Jateng segera menyusun roadmap yang mencakup teknik, materi, pakaian, hingga metode pengajaran.

“Kalau bisa besok langsung rapat bareng. Tinggal nanti IPSI segera merapat ke Dinas Pendidikan,” ujarnya.

Pemprov Jateng juga menyiapkan sejumlah alternatif lahan untuk pembangunan padepokan silat berskala nasional maupun internasional.

“Padepokan sudah kita siapkan beberapa alternatif lahan, tinggal IPSI memilih, luasnya minimal satu hektare,” tambahnya.

Luthfi menegaskan, pencak silat memiliki ikatan erat dengan Jawa Tengah. Sejak era Gubernur Wongsonegoro yang juga pernah menjabat Ketua IPSI, olahraga ini telah menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat. Karena itu, ia berharap pencak silat tidak hanya melahirkan prestasi atlet, tetapi juga semakin dikenal sebagai warisan luhur bangsa.

Langkah ini mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Umum Pengurus Besar IPSI, Sugiono. Ia menilai, memasukkan pencak silat ke sekolah merupakan upaya membangun mental, karakter, dan budi pekerti generasi muda.

“Pak gubernur tadi perintahnya sudah sangat jelas, menjadikan pencak silat bagian dari pelajaran di SMA. Saya harapkan juga nanti ini bisa dilakukan dalam skala yang lebih besar di nasional,” ungkapnya.

Ketua Pengprov IPSI Jateng, Harry Nuryanto, juga menyambut positif gagasan tersebut. Ia menegaskan IPSI siap menindaklanjuti dengan membuat roadmap bersama seluruh padepokan silat di Jawa Tengah.

“Memang kita harus nguri-uri budaya kita. Pencak silat ini merupakan warisan budaya, saya harap ini bisa dimengerti dan dikenalkan kepada seluruh lapisan masyarakat. Kami berharap melalui Gubernur tadi, bisa dimasukkan di dalam ekstrakurikuler di sekolah-sekolah yang ada di Jawa Tengah. Kita segera koordinasi dengan Dinas Pendidikan,” tuturnya.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.