Artis sekaligus anggota DPR RI Komisi IX, Nafa Urbach, menjadi sorotan publik setelah pernyataannya soal tunjangan rumah Rp50 juta menuai kritik keras. Namun kini, politikus NasDem itu mengumbar janji besar: seluruh gaji dan tunjangannya sebagai anggota DPR akan disalurkan kembali kepada masyarakat di daerah pemilihannya hingga 2029.
Langkah ini disampaikannya usai warganet mendesak agar gaji anggota DPR diturunkan, terutama setelah aksi demonstrasi pada 25 Agustus 2025 yang menyoroti besarnya gaji dan tunjangan anggota DPR yang nilainya mencapai lebih dari Rp100 juta.
“Saya paham banyak masyarakat yang berharap gaji dan tunjangan DPR diturunkan,” tulis Nafa Urbach dalam keterangan unggahannya, Selasa (26/8/2025).
“Tapi karena itu keputusan bersama di DPR, saya memilih cara yang bisa langsung saya lakukan sendiri terlebih dahulu dengan mengembalikan seluruh gaji & tunjangan saya ke masyarakat di dapil sampai 2029,” lanjutnya.
Menurut Nafa, kebijakan ini merupakan inisiatif pribadi sebagai bentuk kepedulian terhadap keresahan publik.
“Saya mendengar keresahan masyarakat terkait tunjangan pejabat yang ramai belakangan ini,” ungkapnya.
Dalam unggahan berikutnya, Nafa menjelaskan prioritas utama alokasi gaji dan tunjangan yang ia terima adalah untuk guru.
“Sebagai bentuk komitmen saya kepada rakyat, saya memilih untuk mengalokasikan gaji dan tunjangan saya kepada masyarakat di dapil saya, khususnya para guru yang telah berjuang mendidik generasi penerus bangsa,” jelasnya.
“Prioritas utama saya adalah untuk para guru, karena mereka adalah pahlawan pendidikan yang telah berjasa besar. Namun saya juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan: apakah hanya guru, ataukah ada kelompok lain yang juga perlu kita bantu bersama,” tambahnya.
Nafa menegaskan seluruh proses penyaluran akan dilakukan secara transparan, tidak hanya berupa uang tunai, melainkan juga pelatihan dan peningkatan kapasitas.
“Betul sekali, guru honorer juga harus diperhatikan. Bantuan bukan cuma soal uang, tapi juga bisa berupa pelatihan, peningkatan kapasitas, dan dukungan nyata supaya mereka makin sejahtera dan percaya diri,” tulisnya.
Ia berharap kebijakan ini bisa memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Saya percaya langkah kecil ini adalah wujud nyata bahwa kepentingan rakyat harus selalu di atas segalanya,” tutur Nafa.
Sebelumnya, Nafa Urbach menuai hujatan setelah mendukung tunjangan rumah anggota DPR sebesar Rp50 juta per bulan. Saat itu ia menilai tunjangan tersebut diperlukan agar anggota DPR yang berasal dari luar daerah bisa tinggal lebih dekat dengan kawasan Senayan.
“Jadi rumah jabatan itu kan sekarang rumah-rumahnya sudah dikembalikan ke pemerintah. Jadi sekarang itu mendapat kompensasi untuk kontrak,” kata Nafa.
“Anggota Dewan itu tidak dapat rumah jabatan dikarenakan banyak sekali Anggota Dewan yang dari luar kota, maka dari itu banyak sekali Anggota Dewan yang kontrak di dekat Senayan supaya memudahkan mereka untuk ke DPR ke kantor,” jelasnya lagi.
“Saya aja yang tinggalnya di Bintaro itu macetnya luar biasa. Ini udah setengah jam di perjalanan masih macet,” tambahnya.
Pernyataan tersebut sontak memicu kemarahan publik. Warganet menilai hal itu tidak etis di tengah kondisi ekonomi rakyat yang sulit. Akibat banjir kritik, Nafa sempat menonaktifkan kolom komentar media sosialnya.
Belakangan, ia mengakui kesalahannya dan menyampaikan permintaan maaf.
“Guyss maafin aku yah klo statement aku melukai kalian,” tulisnya.
“Percayalah aku gak akan tutup mata untuk memberikan hidup aku buat rakyat di dapil aku sebaik mungkin yg bisa aku kerjakan saat ini,” imbuhnya.
Dalam klarifikasinya, Nafa menegaskan ia tidak bermaksud mendukung kenaikan tunjangan secara membabi buta, melainkan hanya ingin menjelaskan soal kompensasi rumah jabatan.
“Saya minta maaf. Pernyataan saya kemarin mungkin tidak tepat dan tidak bijaksana,” tulis Nafa.
“Saya sadar, di tengah kondisi masyarakat yang sedang berjuang, pernyataan saya sangat menyakiti hati banyak orang,” lanjutnya.
Ia berjanji akan lebih berhati-hati ke depan.
“Saya sebagai wakil rakyat akan terus berjuang untuk kepentingan masyarakat. Saya akan lebih berhati-hati dalam setiap pernyataan ke depannya,” tutupnya.