Sabtu, April 18, 2026

Angka Kemiskinan Blora Turun Signifikan, Pemkab Komitmen Terus Genjot Pertumbuhan Ekonomi

Penurunan angka kemiskinan di Indonesia masih menjadi PR bagi pemerintah, khususnya pemerintah daerah yang lingkupnya dekat dengan masyarakat langsung. Hal itu yang kini juga sedang diupayakan oleh Pemerintah Kabupaten Blora.

Lewat berbagai upaya yang diterapkan, Kabupaten Blora mencatat capaian positif dalam upaya pengentasan kemiskinan. Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Blora, angka kemiskinan di tahun 2025 turun cukup signifikan, dari 11,42% pada 2024 menjadi 10,58% pada 2025. Secara jumlah, penduduk miskin menurun dari 99,14 ribu jiwa menjadi 92,01 ribu jiwa.

Kepala BPS Blora, Rukhedi, menyampaikan hal ini dalam rapat koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) Pemkab Blora di Setda Blora, Rabu (10/9/2025). Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa program pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan mulai membuahkan hasil.

“Alhamdulillah, angka kemiskinan Blora di 2025 turun cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Jika dibandingkan dengan daerah sekitar, capaian Blora lebih baik dari Grobogan (10,63%) dan Rembang (13,01%). Namun, angka kemiskinan Blora masih sedikit di atas rata-rata Jawa Tengah (9,48%). Meski demikian, optimisme tetap tinggi bahwa angka tersebut dapat terus ditekan melalui kerja bersama lintas sektor.

Selain penurunan kemiskinan, BPS juga mencatat pertumbuhan ekonomi Blora pada semester I 2025 mencapai 5,23% jika dihitung tanpa sektor migas, dan 4,21% jika dihitung dengan sektor migas. Angka ini dinilai cukup baik mengingat sektor migas di Blora belum berkontribusi optimal.

Bupati Blora, Arief Rohman, menyambut baik pencapaian tersebut. Ia menegaskan bahwa Pemkab akan terus berkomitmen menurunkan angka kemiskinan sekaligus menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi.

“Alhamdulillah, kemiskinan bisa turun dan pertumbuhan ekonomi tetap stabil. Ini menunjukkan bahwa kondisi Blora aman, terkendali, dan patut kita jaga bersama,” ujarnya.

Sekretaris Daerah Blora, Komang Gede Irawadi, menambahkan target ke depan adalah membawa angka kemiskinan Blora turun ke satu digit. “Kalau kita bisa di bawah 9 persen, itu sudah luar biasa. Dampaknya akan langsung dirasakan oleh masyarakat, seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang terus kita dorong,” jelasnya.

Dengan tren positif ini, Pemkab Blora optimistis mampu memperkuat daya saing daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkokoh fondasi pembangunan berkelanjutan di Bumi Samin.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.