Sabtu, April 18, 2026

Bahlil Ungkap Devisa Negara Hilang Rp 776 Triliun Setiap Tahun Akibat Impor BBM

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan besarnya devisa negara yang hilang akibat tingginya impor bahan bakar minyak (BBM).

Menurutnya, Indonesia kehilangan sekitar Rp 776 triliun atau setara 50 miliar dolar AS per tahun karena masih harus mengimpor minyak mentah dan BBM untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.

Dalam paparannya di Indonesia International Sustainability Forum di Jakarta Convention Center, Jumat (10/10/2025), Bahlil menjelaskan produksi minyak nasional hanya mencapai 212 juta barel per tahun.

Jumlah itu jauh di bawah kebutuhan yang mencapai 542 juta barel, sehingga pemerintah harus mengimpor sekitar 330 juta barel per tahun, terdiri atas 128 juta barel minyak mentah dan 202 juta barel BBM.

Ia menyoroti perbedaan kondisi saat ini dengan era 1990-an ketika Indonesia masih menjadi anggota OPEC.

Saat itu, lifting minyak mencapai 1,5 hingga 1,6 juta barel per hari, sementara konsumsi domestik hanya sekitar 500 ribu barel.

Kini, produksi turun menjadi sekitar 580 ribu barel per hari dengan konsumsi mencapai 1,6 juta barel, sehingga Indonesia harus menutupi defisit 1 juta barel per hari melalui impor.

Untuk mengurangi ketergantungan impor, pemerintah menyiapkan sejumlah strategi.

Di antaranya meningkatkan lifting minyak lewat pemanfaatan teknologi baru di sumur eksisting, mempercepat wilayah kerja hasil eksplorasi agar segera berproduksi, serta melelang sekitar 75 cekungan potensial baru.

Bahlil menegaskan langkah-langkah tersebut menjadi kunci agar Indonesia bisa memperkuat kemandirian energi dan menekan kebocoran devisa negara.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.