Selasa, Mei 26, 2026

Heboh, Ratusan Motor di Jawa Timur Mogok Massal Usai Isi Pertalite, Diduga BBM Bermasalah

Fenomena motor mogok massal melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur dalam beberapa hari terakhir. Ratusan pengendara di Bojonegoro, Tuban, Sidoarjo, Lamongan, hingga Probolinggo mengeluhkan motor mereka mendadak brebet, kehilangan tenaga, bahkan mogok total setelah mengisi BBM jenis Pertalite di beberapa SPBU.

Sejumlah bengkel di daerah tersebut mengaku menerima banyak motor dengan keluhan serupa.

“Sejak Jumat (24/10/2025), sedikitnya saya menerima 45 unit motor dengan keluhan mesin tersendat, tarikan berat, hingga busi cepat mati,” ujar Suliswanto, mekanik bengkel resmi di Bojonegoro, dikutip Rabu (29/10/2025).

Ia menyebut motor akan kembali normal setelah bahan bakar dikuras dan busi diganti, namun kembali bermasalah jika masih memakai Pertalite dari SPBU yang sama. Kondisi serupa juga dilaporkan di Sidoarjo dan Lamongan.

“Tiga hari ini banyak motor masuk dengan keluhan sama. Rata-rata Honda BeAT keluaran 2020 ke atas, sistem injeksi. Semua mengaku baru isi Pertalite,” kata Firman, mekanik di Sidoarjo.

Sementara di Lamongan, situasinya lebih parah. “Rata-rata motor yang mengisi Pertalite mengalami brebet dan kehilangan tenaga. Solusinya sementara ganti ke Pertamax,” ujar Anas, mekanik di Lamongan.

Beberapa pengelola SPBU mengaku sudah menerima banyak keluhan dari pelanggan. “Sudah hampir 1 minggu kami menerima keluhan serupa dan sudah kami laporkan tapi belum ada tanggapan,” ungkap Edi Kusbandono, pemilik SPBU di Jalan Kombes Pol M Duryat.

Keluhan serupa juga muncul di Probolinggo dan menjadi viral di media sosial. Sejumlah warganet menuding Pertalite mengandung etanol berlebih hingga membuat mesin bermasalah. Salah satu pengguna Facebook, @Dana Nava 23, menulis, “Motor brebet setelah isi Pertalite full, padahal motor belum dua bulan keluar dari dealer.”

Unggahan itu dibanjiri komentar serupa. Akun @Al A’hmad bahkan membandingkan warna bahan bakar.

“Yang dari pom mini AKR kebiruan kayak Pertamax, sedangkan dari Pertamina hijau kayak daun. Padahal harganya sama, Rp10 ribu per liter,” tulisnya.

Menanggapi hal ini, Kepala DKUPP Kota Probolinggo, Slamet Suwantoro, menyatakan siap melakukan uji laboratorium bila ditemukan dugaan bahan bakar tidak sesuai standar.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Polres. Jika ada laporan atau kejadian yang terbukti, tim akan melakukan pengecekan dan dilanjutkan dengan uji laboratorium oleh Pertamina atau laboratorium kepolisian,” katanya.

Sementara Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mendirikan posko pengaduan di SPBU dan sedang menelusuri laporan masyarakat.

“Sejauh ini hasil monitoring di media sosial ada 3 laporan dan postingan terkait yang sudah kami telusuri hingga ke titik SPBU pembelian produk BBM-nya,” jelas Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Jatimbalinus.

Dari tingkat pusat, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga angkat bicara. Ia memastikan telah menurunkan tim Lemigas untuk memeriksa dugaan adanya masalah pada Pertalite di Jawa Timur.

“Saya sudah turunkan timnya. Nanti mungkin sore saya balik sudah dapat laporannya,” kata Bahlil.

Hingga kini, hasil uji laboratorium belum diumumkan secara resmi. Pihak berwenang mengimbau masyarakat tetap tenang dan segera melapor jika menemukan dugaan BBM tidak sesuai standar di SPBU setempat.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.