Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengungkap keprihatinan mendalam atas kondisi pengungsi banjir dan longsor yang masih terisolir di sejumlah daerah pedalaman.
Ia menyebut banyak korban meninggal bukan akibat banjir, tetapi karena kelaparan akibat lambatnya distribusi logistik ke wilayah yang sulit dijangkau.
Menurutnya, kawasan paling darurat meliputi pedalaman Aceh Utara, Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Aceh Tengah, yang hingga kini belum tersentuh bantuan sama sekali.
Ia menegaskan bahwa stok logistik sebenarnya cukup, namun distribusi tidak merata dan menumpuk di lokasi tertentu.
Mualem menyebut akses darat yang terputus menjadi hambatan utama, membuat beberapa daerah hanya bisa dijangkau melalui jalur udara.
Ia meminta pemerintah pusat menambah helikopter atau mengerahkan pesawat Hercules agar bantuan dapat menjangkau desa-desa terpencil dengan cepat.
Selain sembako, kebutuhan mendesak lainnya adalah tenda pengungsian dan air bersih, terutama untuk wilayah yang masih terisolir.
Setelah sepekan memantau langsung lokasi bencana, ia menerima banyak laporan bahwa puluhan desa belum menerima bantuan sedikit pun.
Dengan puluhan jembatan putus di Aceh Utara, ia menekankan perlunya percepatan, koordinasi, dan pemerataan distribusi agar korban tidak terus bertambah.
Hingga Jumat malam tercatat 349 orang meninggal dan 92 masih hilang.