Sabtu, April 18, 2026

Aceh Tak Pernah Tolak Bantuan Asing, Mualem “Mereka tolong kita, kok kita persulit? Kan bodoh”

Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem menegaskan bahwa Pemerintah Aceh tidak pernah mempersulit masuknya bantuan internasional untuk penanganan banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatra. Ia memastikan Aceh terbuka terhadap dukungan luar negeri dan membantah isu yang menyebut pemerintah daerah menghalangi bantuan.

“Saya rasa tidak ada larangan. Sah-sah saja, tidak ada masalah,” kata Mualem usai rapat percepatan penanganan bencana di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Minggu (7/12).

Ia bahkan menyebut tudingan itu tidak masuk akal. “Mereka tolong kita, kok kita persulit? Kan bodoh,” ujarnya.

Mualem mengungkapkan bahwa sejumlah bantuan dari luar negeri sudah tiba di Aceh. Bantuan Malaysia sudah mendarat berupa obat-obatan dan dokter, dan pada Rabu (10/12) akan datang gelombang kedua berupa tiga ton obat-obatan beserta tenaga medis. Selain itu, tim relawan dari China sebanyak lima orang juga telah hadir untuk membantu pencarian korban tertimbun lumpur menggunakan alat pendeteksi jenazah.

“Mereka punya alat mendeteksi mayat dalam lumpur. Ini sangat membantu,” kata Mualem. Ia menjelaskan masih terdapat korban yang belum ditemukan di Aceh Timur, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan APBN cukup untuk mengatasi bencana banjir bandang di Sumatra. Ia menyebut pemerintah memiliki dana siap pakai dan hingga saat ini belum menerima bantuan internasional secara resmi karena RI masih mampu menangani kondisi tersebut.

Dalam rapat terbatas penanganan bencana di Lanud Sultan Iskandar Muda, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan tujuh arahan penting. Ia menekankan perlunya “kecepatan, ketepatan, dan konsistensi tindakan dari seluruh unsur pemerintah” untuk memastikan keselamatan dan percepatan pemulihan warga terdampak. Presiden juga menegaskan pentingnya operasi terpadu TNI, Polri, Basarnas, BNPB, dan pemerintah daerah, terutama untuk membuka kembali konektivitas wilayah yang terputus dan mempercepat distribusi bantuan.

Prabowo menyatakan bahwa pembangunan kembali rumah warga akan menjadi prioritas dalam fase pemulihan, disertai penanganan yang bertahap, terukur, dan berkelanjutan. Ia meminta manajemen penyaluran bantuan dilakukan lebih teliti, khususnya terkait ketersediaan obat-obatan yang menjadi kebutuhan prioritas. Selain itu, ia turut menyoroti pentingnya pemenuhan pakaian layak pakai bagi warga, baik melalui program pemerintah maupun partisipasi publik.

Presiden juga menekankan pentingnya integritas dan tata kelola pemerintahan yang bersih dalam seluruh proses penanganan bencana. Ia mengapresiasi kerja sama pemerintah pusat, daerah, aparat gabungan, relawan, dan masyarakat.

“Terima kasih, saya bangga dengan pengabdian saudara-saudara. Terima kasih,” ujar Prabowo.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.