Harapan panjang keluarga akhirnya menemukan titik terang. Setelah puluhan tahun tanpa kejelasan, kabar mengenai Seni (47), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Dusun Letih, Desa Mergowati, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, mulai terungkap.
Seni yang diduga kuat menjadi korban penyiksaan majikannya di Malaysia akhirnya dapat dijumpai langsung oleh pihak keluarga.
Pertemuan emosional itu terjadi pada Senin (8/12/2025) pagi, ketika putra kandung Seni, Ricky Alvian, serta keponakannya, Lilin Triyanah yang telah tiba di Malaysia sejak Sabtu (6/12/2025) difasilitasi oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia bersama Kepolisian Diraja Malaysia.
Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Temanggung, Agus Setyawan, usai menghadiri Rakor Forkompimda “Menjaga Kondusifitas Wilayah Jawa Tengah Menyambut Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026″ di Gradhika Bakti Praja, Semarang.
“Baru saja saya melakukan video call. Alhamdulillah, pagi tadi (Senin, 8/12/2025), Mas Ricki dan Mbak Lilin, sudah bisa berjumpa langsung dengan Ibu Seni di Kantor Kepolisian Diraja Malaysia atas fasilitasi Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia,” jelasnya.
Agus menuturkan bahwa meski keluarga diberikan keleluasaan waktu untuk bertemu, pihak kepolisian dan Kedubes meminta mereka tetap bersabar karena proses hukum masih berjalan. Seni kini menjadi korban sekaligus saksi kunci atas dugaan penyiksaan yang dialaminya.
“Pihak keluarga diminta bersabar, karena Ibu Seni adalah saksi kunci atas kasus yang proses hukumnya terus berjalan di pengadilan setempat,” imbuhnya.
Bupati berharap pertemuan pertama setelah 21 tahun berpisah ini mampu menguatkan kondisi psikologis Seni dan keluarga hingga seluruh proses hukum tuntas.
“Semoga Bu Seni juga memperoleh keadilan seadil-adilnya. Dan hak-hak selama beliau bekerja dapat terpenuhi sebagai modal hidup ke depan,” ujarnya.
Sebelumnya, Ricky dan Lilin berangkat ke Malaysia melalui Yogyakarta International Airport (YIA) Kulonprogo pada Sabtu (6/12/2025).
Keberangkatan mereka difasilitasi paspor oleh Pemerintah Kabupaten Temanggung dan dilakukan setelah memperoleh izin dari Kedutaan Besar Malaysia bahwa korban sudah dapat ditemui.
Sebagai bentuk dukungan moral, keduanya turut didampingi istri Bupati Temanggung, Panca Dewi, yang menggunakan biaya pribadi dalam keberangkatan tersebut.