Selasa, Mei 26, 2026

H-1 Iduladha Pedagang Kurban Menjerit, Penjualan Tahun Ini Anjlok hingga 60 Persen

Menjelang Iduladha 2026, sejumlah pedagang hewan kurban di Jakarta Timur mengeluhkan penjualan yang turun dibanding tahun lalu.

Bahkan, ada pedagang yang mengalami penurunan hingga 60 persen akibat kondisi ekonomi masyarakat yang dinilai lesu.

Dede, pedagang hewan kurban di Penggilingan, mengaku penjualannya anjlok dari 40 ekor tahun lalu menjadi hanya 16 ekor hingga H-1 Iduladha.

“Agak cemas saya ini mas, dari 2 minggu lalu sampe sehari sebelum Lebaran ini baru laku 16 ekor. Padahal kemarin (tahun lalu) alhamdulillah-nya laku 40 ekor,” ucap Dede.

Ia pun menyediakan kambing ukuran kecil dengan harga Rp3 juta hingga Rp3,8 juta karena menyesuaikan daya beli masyarakat.

“Iya mungkin ekonomi orang-orang lagi turun kali ya, saya juga makanya ini siapinnya yang ukuran kecil-kecil saja, ya paling mahal harga Rp3,8 juta,” kata Dede.

Pedagang lain, Kirtam di Cipinang Melayu, juga mengaku penjualan turun. Hingga sehari sebelum Lebaran, kambing yang terjual baru sekitar 50 ekor, padahal tahun lalu mencapai 70 ekor.

“Penjualan turun sih sekarang (tahun ini), kemaren sampe H-1 bisa laku 70 (ekor), sekarang ya baru 50 (ekor) nih mas,” ungkapnya.

Menurut Kirtam, pembeli kini lebih banyak mencari kambing dengan harga Rp3 juta hingga Rp4 juta.

“Kita sesuain sama kondisi sekarang juga sih mas. Jadi, emang nyiapinnya banyakan yang berat 30-an (kg) untuk harga Rp3 (juta), Rp4 (juta). Alhamdulillah, yang gede-gede udah pada abis sih mas,” terangnya.

Para pedagang berharap penjualan di hari terakhir Iduladha bisa meningkat agar kerugian tidak semakin besar.

H-1 Iduladha Pedagang Kurban Menjerit, Penjualan Tahun Ini Anjlok hingga 60 Persen

Menjelang Iduladha 2026, sejumlah pedagang hewan kurban di Jakarta Timur mengeluhkan penjualan yang turun dibanding tahun lalu.

Bahkan, ada pedagang yang mengalami penurunan hingga 60 persen akibat kondisi ekonomi masyarakat yang dinilai lesu.

Dede, pedagang hewan kurban di Penggilingan, mengaku penjualannya anjlok dari 40 ekor tahun lalu menjadi hanya 16 ekor hingga H-1 Iduladha.

“Agak cemas saya ini mas, dari 2 minggu lalu sampe sehari sebelum Lebaran ini baru laku 16 ekor. Padahal kemarin (tahun lalu) alhamdulillah-nya laku 40 ekor,” ucap Dede.

Ia pun menyediakan kambing ukuran kecil dengan harga Rp3 juta hingga Rp3,8 juta karena menyesuaikan daya beli masyarakat.

“Iya mungkin ekonomi orang-orang lagi turun kali ya, saya juga makanya ini siapinnya yang ukuran kecil-kecil saja, ya paling mahal harga Rp3,8 juta,” kata Dede.

Pedagang lain, Kirtam di Cipinang Melayu, juga mengaku penjualan turun. Hingga sehari sebelum Lebaran, kambing yang terjual baru sekitar 50 ekor, padahal tahun lalu mencapai 70 ekor.

“Penjualan turun sih sekarang (tahun ini), kemaren sampe H-1 bisa laku 70 (ekor), sekarang ya baru 50 (ekor) nih mas,” ungkapnya.

Menurut Kirtam, pembeli kini lebih banyak mencari kambing dengan harga Rp3 juta hingga Rp4 juta.

“Kita sesuain sama kondisi sekarang juga sih mas. Jadi, emang nyiapinnya banyakan yang berat 30-an (kg) untuk harga Rp3 (juta), Rp4 (juta). Alhamdulillah, yang gede-gede udah pada abis sih mas,” terangnya.

Para pedagang berharap penjualan di hari terakhir Iduladha bisa meningkat agar kerugian tidak semakin besar.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.