Kamis, Mei 28, 2026

Prabowo Ingin Papua Ditanami Sawit untuk Menghasilkan BBM

Presiden Prabowo Subianto mengungkap rencana besar menjadikan Papua sebagai wilayah swasembada energi dengan memanfaatkan sumber daya lokal, mulai dari kelapa sawit hingga energi terbarukan. Langkah ini diharapkan mengakhiri ketergantungan Papua pada pasokan bahan bakar minyak (BBM) dari luar daerah sekaligus menekan harga energi.

“Saya kira Papua punya sumber energi yang sangat baik dan Menteri ESDM juga sudah merancang bahwa daerah-daerah Papua harus menikmati hasil daripada energi yang diproduksi di Papua,” kata Prabowo saat memberikan arahan kepada kepala daerah se-Papua di Istana Negara, Jakarta, Rabu (16/12/2025).

Prabowo mendorong penanaman kelapa sawit di Papua untuk menghasilkan BBM, serta tebu dan singkong yang dapat diolah menjadi etanol. Menurutnya, program ini menjadi bagian dari target pemerintah agar seluruh daerah di Indonesia mampu swasembada pangan dan energi dalam lima tahun ke depan.

“Kita berharap di daerah Papua pun harus ditanam kelapa sawit supaya bisa menghasilkan juga BBM dari kelapa sawit, juga tebu menghasilkan etanol, singkong cassava juga untuk menghasilkan etanol sehingga kita rencanakan dalam 5 tahun semua daerah bisa berdiri di atas kakinya sendiri swasembada pangan dan swasembada energi,” ujarnya.

Selain energi berbasis tanaman, Prabowo juga menekankan pemanfaatan tenaga surya dan tenaga air, terutama untuk wilayah terpencil. Ia menyebut teknologi tenaga surya kini semakin murah dan pembangkit hidro mini dapat menjangkau daerah sulit.

“Teknologi tenaga surya sekarang sudah semakin murah dan ini bisa untuk mencapai daerah-daerah terpencil, juga tenaga hidro sekarang ada hidro-hidro yang mini yang bisa juga dipakai di daerah yang terpencil,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, swasembada energi akan berdampak besar pada keuangan negara. Ia menyebut Indonesia saat ini menghabiskan hingga Rp 520 triliun per tahun untuk impor BBM.

“Menteri ESDM berapa impor kita BBM dari luar? Rp 520 triliun, bayangkan kalau kita bisa potong setengah berarti ada Rp 250 triliun apalagi kita bisa potong Rp 500 triliun,” ujarnya.

Ia menilai penghematan tersebut dapat dimanfaatkan untuk pembangunan daerah, bahkan membuka peluang setiap kabupaten memiliki anggaran hingga Rp 1 triliun per tahun. Prabowo menegaskan, keberhasilan rencana ini membutuhkan perencanaan terpadu, peran aktif pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat Papua agar hasil sumber daya alam benar-benar dinikmati oleh daerahnya sendiri.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.