Selasa, Mei 26, 2026

Bahlil Targetkan Stop Impor Solar 2026 !

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menargetkan Indonesia mencapai swasembada bahan bakar minyak jenis solar pada 2026.

Penghentian impor solar tersebut sangat bergantung pada beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan Kilang Balikpapan.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa jika RDMP Balikpapan sudah beroperasi penuh, Indonesia justru diproyeksikan mengalami surplus produksi solar.

Ia menyebut surplus solar diperkirakan mencapai sekitar 3 hingga 4 juta kiloliter pada 2026.

Bahlil menegaskan agenda pemerintah pada 2026 adalah menghentikan impor solar sepenuhnya.

Namun demikian, realisasi kebijakan ini masih bergantung pada kesiapan infrastruktur dan jadwal operasional kilang yang dikelola PT Pertamina.

Pemerintah terus berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan kesiapan teknis operasional kilang di lapangan.

Bahlil menjelaskan, jika kilang baru beroperasi penuh pada Maret 2026, impor solar dalam jumlah terbatas masih mungkin dilakukan pada Januari dan Februari.

Langkah impor terbatas tersebut bertujuan menjaga ketahanan stok nasional di awal tahun.

Selain menghentikan impor, Kementerian ESDM juga menyiapkan peta jalan peningkatan kualitas solar nasional.

Saat ini, solar yang beredar memiliki angka setana 51.

Pemerintah menargetkan peningkatan kualitas solar agar setara dengan standar Euro 5.

Bahlil mengakui tantangan utama peningkatan kualitas BBM adalah kesiapan infrastruktur kilang yang belum sepenuhnya mendukung.

Meski begitu, pemerintah berkomitmen melakukan pemutakhiran teknologi kilang secara bertahap.

RDMP Kilang Balikpapan sendiri merupakan proyek strategis nasional dengan nilai investasi sekitar 7,4 miliar dolar AS atau setara Rp 126 triliun.

Proyek ini diharapkan mampu menekan impor BBM sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.