Selasa, April 28, 2026

Bupati Blora Terima Kiriman Spesial dari Petani Milenial Berupa Beras Organik

Pengembangan pertanian organik di Kabupaten Blora terus menunjukkan perkembangan, terutama melalui peran petani milenial yang mulai aktif mengelola lahan secara berkelanjutan. Salah satu hasilnya adalah produksi beras organik varietas Mentik Susu yang dibudidayakan di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan.

Sabtu (7/3/2026), Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman menerima kiriman beras organik varietas Mentik Susu dari petani milenial yang tergabung dalam Asosiasi Petani Organik Selaras Alam Sejahtera Desa Sumber.

“Alhamdulillah, saya mendapat kiriman istimewa berupa beras organik varietas Mentik Susu dari petani milenial di Desa Sumber. Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas semangat dan dedikasi mereka dalam mengembangkan pertanian organik di desa,” ujar Arief Rohman.

Menurutnya, produk pangan organik memiliki sejumlah keunggulan, seperti umur simpan yang lebih lama serta mampu menjaga kesehatan dan kesuburan tanah.

“Bertani secara organik juga mampu menekan biaya produksi, sehingga dapat memberikan keuntungan lebih bagi petani dalam jangka panjang,” jelasnya.

Arief juga mengaku telah mencoba beras tersebut setelah dimasak menjadi nasi dan menilai kualitasnya sangat baik.

“Setelah dimasak, nasinya terasa pulen dan enak. Saya selalu mendukung program padi organik seperti ini. Keren sekali petani milenial Desa Sumber,” ungkapnya.

Salah satu petani organik Desa Sumber, Rakam, mengaku dukungan pemerintah daerah menjadi motivasi besar bagi para petani.

“Kami merasa lebih semangat menanam padi organik, apalagi Pak Bupati sangat mendukung program ini dan siap membantu jika ada kendala saat musim tanam maupun panen,” ujar Rakam.

Ia menjelaskan, meski pada awalnya biaya pertanian konvensional terlihat lebih murah, pertanian organik justru lebih hemat dalam jangka panjang karena memanfaatkan bahan alami.

“Sebenarnya biaya bertani secara konvensional saat ini memang terlihat lebih murah dibandingkan dengan pertanian organik. Pada pertanian organik, biaya sering terasa lebih mahal karena kebutuhan tenaga kerja yang lebih banyak,” jelasnya.

“Kalau dari bahan bakunya, pertanian organik sebenarnya lebih murah dibandingkan pertanian konvensional. Ke depannya biaya bertani organik juga akan semakin murah, karena bahan organik di dalam tanah atau di sawah sudah terakumulasi,” tambahnya.

Beras organik Mentik Susu produksi petani milenial Desa Sumber dijual dengan harga Rp20 ribu per kilogram dalam kemasan 2 kilogram dan dipasarkan secara daring melalui media sosial.

Bupati juga berharap semakin banyak generasi muda tertarik menekuni sektor pertanian.

“Harapan saya, kedepan akan semakin banyak anak-anak muda yang memiliki kesadaran, kemauan, dan kebanggaan untuk turun langsung bertani secara organik. Jangan pernah malu turun ke sawah, karena petani itu keren,” tegasnya.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.